Skip to main content

Temui Nelayan di TPI Palopo, Buhari Kahar: Mereka Butuh Bantuan Alat Tangkap Ikan

Buhari Kahar Muzakkar
Caleg DPR RI dari PAN, Buhari Kahar Muzakkar.

 

KABAR.NEWS, Belopa - Calon Legislatif (Caleg) DPR RI Dapil 3 dari Partai Amanat Nasional (PAN), Buhari Kahar Muzakkar, menyempatkan diri mengunjungi Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Palopo, Selasa (12/2/2019) kemarin. 


Saat di TPI Palopo, Buhari menyempatkan diri berdialog dengan dan mendengarkan keluh kesah para nelayan. 


Baca Juga:


Salah satu pemilih kapal, Jamaluddin mengatakan dalam beberapa hari terakhir nelayan susah melaut karena cuaca yang tidak mendukung. Selain itu, Jamaluddin juga mengeluhkan masih terbatasnya alat penyelam bagi nelayan untuk menyelam mencari ikan di laut. 


"Penyelam kami memakai bantuan gas dari mesin kompressor yang cukup riskan bagi penyelam jika mesin tiba-tiba mati, berbeda jika memakai tabung gas untuk bantuan pernapasan di dalam air laut," kata Jamaluddin.


Jamaluddin juga menceritakan bahwa dalam beberapa tahun terakhir ini bantuan alat tangkap ikan ke nelayan sudah jarang sekali dan biasanya ada yang dapat bantuan berulang, sementara ada yang tidak pernah dapat bantuan. 


"Sekarang ini sudah jarang kita dapat bantuan dari pemerintah dan biasa juga ada yang dapat bantuan tiap tahun sementara ada teman-teman yang tidak pernah dapat bantuan," tandas Jamaluddin.


Mendengarkan keluh kesah nelayan tersebut, Buhari yang tak lain Ketua Kerukunan Keluarga Luwu Raya (KKLR) ini berjanji akan memberikan dukungan penuh kepada nelayan agar tetap bisa menjalankan profesi sebagai nelayan yang cukup menjanjikan pendapatan bagi masyarakat.

 
"Pekerjaan sebagai nelayan itu strategis sekali dan pendapatan daerah di Luwu Raya ini urutan keduanya itu berasal dari sektor perikanan terutama pada hasil-hasil laut. Tapi saya ingatkanki semua agar jaga keselamatan saat melaut terutama yang bertugas sebagai penyelam, gunakan alat penyelam yang sesuai standar dan jangan merusak terumbu karang tempat hidupnya ikan-ikan kecil di laut", pungkasnya. 

  • Muh Asri