Telur Busuk BPNT Jeneponto: Sekda-Dinsos Tunjuk Hidung Berbeda, Siapa Tanggung Jawab?

Ratusan rak telur ayam bansos BPNT di Jeneponto membusuk

Telur Busuk BPNT Jeneponto: Sekda-Dinsos Tunjuk Hidung Berbeda, Siapa Tanggung Jawab?
Ilustrasi. Sekda Jeneponto Syafruddin Nurdin dan Kepala Dinsos Jeneponto Nirmala Suaib soal telur busuk Bansos BPNT. (KABAR.NEWS/Akbar Razak)












KABAR.NEWS, Jeneponto - Ratusan rak telur ayam ras dalam paket bantuan pangan non tunai (BPNT) di Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan, diterima keluarga penerima manfaat (KPM) dengan kondisi membusuk tak bisa dikonsumsi.


Telur busuk tersebut ditemukan di sejumlah desa di Kecamatan Rumbia, Jeneponto. Barang ini diketahui tak layak konsumsi saat sudah berada di tangan KPM. Bahkan, ada yang siap disantap, tapi urung karena bau busuk telur sudah sangat menyengat.


Saat dilaporkan oleh kepala desa setempat, telur busuk itu lantas diganti dengan 200 rak yang baru. Tapi, ternyata, sembako baru yang datang belakangan juga kondisinya sama: busuk. (Baca juga: 200 Rak Telur Busuk Bansos BPNT Beredar di Rumbia Jeneponto)


Pejabat di Butta Turatea menunjuk hidung berbeda atas ditemukannya ratusan rak telur busuk BPNT di Rumbia dan disinyalir juga di desa atau kecamatan lain.


Sekretaris Daerah atau Sekda Syafruddin Nurdin yang juga Koordinator Tim BPNT Kabupaten Jeneponto menyalahkan pihak E-Warung.  Sementara, Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Nirmala Suaib, menduga pangkal masalah ada di tangan pendamping.

Warga memperlihatkan telur ayam busuk dari paket bansos BPNT di Kecamatan Rumbia, Jeneponto. (IST/HO)


Nirmala mengaku marah kepada bawahannya setelah mendengar ada telur busuk yang beredar di Rumbia, khususnya di Desa Ujung Bulu. Pendamping juga memberikan surat teguran keras lantaran dinilai lalai dalam memeriksa kualitas sembako.


"Itu saya marahi pendampingku. Saya kasih juga surat teguran karena lalai memeriksa kualitas sembako sebelum dibeli sama KPM di e-Warung," ujar Nirmala Suaib kepada KABAR.NEWS, Jumat (19/11/2021).


Untuk itu, ia berjanji akan segera mengevaluasi pendamping tersebut. Menurut dia, temuan ini baru pertama kali terjadi. Dia mengaku sudah sering kali memberi tahukan kepada para KPM untuk tidak membeli barang yang tidak layak konsumsi. (Baca juga: Warga Jeneponto Disuruh Bongkar Rumah karena Adik Anggota Dewan Kalah Pilkades)


"Kejadian ini sangat jadi pelajaran buat kami dinsos dan pendamping agar lebih meningkatkan pengawasan program ini," tandas Nirmala seraya mengajak semua pihak mengawasi penyaluran bansos ini.


Versi Sekda Jeneponto


Bertolak belakang dari Dinsos Jeneponto, Sekda yang juga Koordinator BPNT Jeneponto Syafruddin Nurdin menyebut pihak e-Warung atau tempat pengambilan sembako bantuan ini yang bersalah atas ratusan rak telur busuk.


Syafruddin mengatakan, e-warung selaku tempat menitip barang untuk harus bertanggung jawab atas persoalan ini.


"Yang harus dievaluasi yang pertama adalah E-warung-nya karena pengadaan bahan itu menjadi tanggung jawab E-warung," ujar Syafruddin kepada KABAR.NEWS, Minggu (21/11/2021).


Semestinya, kata dia, pihak E-warung terlebih dahulu melakukan pengecekan barang sebelum disalurkan kepada para KPM. (Baca juga: Pasar Malam di Jeneponto Dibongkar Jelang Kedatangan Jokowi)


"Seharusnya E-warung mengecek semua bahan harus terjaga kuantitas dan kualitasnya," jelasnya.


Ditanya soal apakah pendamping dinilai lalai atas kejadian ini, Syafruddin malah manyebut jika pihak E-warung lah yang salah. "Iya, e-warung harus bertanggung jawab," ungkapnya.


Telur ayam busuk dalam paket bansos BNPT di Jeneponto diduga tidak saja ditemukan di Kecamatan Rumbia. Disinyalir pengadaan dan penyaluran bansos dari Kementerian Sosial ini juga bermasalah di wilayah lain.


Penulis: Akbar Razak/A