Skip to main content

Telkom Masih Membayangi Netflix di Indonesia

TELKOM
Telkom Masih Membayangi Netflix di Indonesia Ilustrasi. (REUTERS/Steve Marcus)

KABAR.NEWS, Jakarta - Layanan video streaming Netflix belum mendapatkan titik terang untuk bekerja sama dengan Telkom. CEO Netflix Reed Hastings mengungkapkan pihaknya menyerahkan kepada Telkom terkait kerja sama.

"Mengenai Telkom, kami serahkan kepada mereka (langkah yang ingin diambil), kami terus bekerja sama dengan baik dengan provider lainnya di Indonesia," papar Hastings dalam sesi wawancara Marina Bay Sands Expo and Convention Centre, Singapura, Jumat (9/11/2018).

Saat ini, Netflix sudah bisa diakses oleh pengguna di Indonesia menggunakan jaringan internet selain grup Telkom. Pengguna bisa melakukan pembayaran menggunakan kartu kredit.

Penyedia layanan film streaming ini pun sudah menjalin kerja sama dengan operator lain seperti XL, Smartfren, 3 dan Bolt. Kerja sama tersebut dilakukan dengan tujuan pertumbuhan Netflix di Indonesia.

"Kami terus bertumbuh agar semua pengguna di Indonesia bisa mengakses Netflix layaknya di negara-negara lainnya," kata Hastings.

Sebelumnya, Telkom sempat berniat membuka pemblokiran terhadap Netflix. Bila blokir dibuka, maka Netflix bisa diakses melalui anak perusahaan Telkom seperti Telkomsel, Indihome, maupun Wifi.id.

Namun, hingga saat ini belum ada kelanjutan dari pembukaan blokir tersebut. Hastings menegaskan akan tetap berinvestasi di Indonesia.

"Kami pasti akan meningkatkan investasi kami di Indonesia," kata Hastings.

Wajar Hastings berkata demikian karena Indonesia merupakan pasar film yang cukup besar di Asia. Dunia perfilman Indonesia seolah mulai kembali bangkit dan menjadi tuan di rumah sendiri.

Sayang Indonesia, dalam hal ini pemerintah, tidak memiliki data pasar film yang rinci. Data tersebut malah dimiliki oleh lembaga asing Asosiasi dagang Motion Picture Association of America (MPAA) yang mewakili enam studio terbesar di Hollywood memiliki data box office Indonesia, juga dunia.

Setiap tahun, MPAA merilis gambaran pasar perfilman di dunia, baik secara domestik maupun internasional. Dari pemaparan MPAA yang biasa rilis setiap April itu, kondisi Indonesia diketahui mengalami peningkatan.

Pada 2014, MPAA mencatat Indonesia berhasil masuk 20 besar pasar box office Indonesia dengan nilai US$0,2 miliar, menggeser Malaysia yang sebelumnya berada di posisi itu. Indonesia tercatat terus berkembang, hingga pada 2016 MPAA mencatat Indonesia berada di urutan 15 dunia dengan nilai US$0,3 miliar.



loading...