Target Februari Selesai, Baru 256 Tenaga Kesehatan di Maros Divaksin

Masih rendahnya nakes divaksin karena masalah online.

Target Februari Selesai, Baru 256 Tenaga Kesehatan di Maros Divaksin
Bupati Maros, Hatta Rahman saat mengikuti vaksin Covid-19 untuk kedua kalinya. (Foto: KABAR.NEWS/Fahrul)

KABAR.NEWS, Maros - Bupati Maros, Hatta Rahman telah menekankan bahwa semua tenaga kesehatan (nakes) di Maros wajib menjalani vaksinasi Covid-19. Bahkan Hatta juga mengancam akan memberi sanksi bagi Nakes yang menolak melakukan vaksinasi. 

Di Kabupaten Maros sendiri , sebanyak 1442 Nakes direncanakan akan melaksanakan vaksinasi. Namun sampai saat ini baru 256 Nakes yang telah menerima vaksin. Hal tersebut disampaikan Juru bicara Satgas Covid-19 Maros Dr. Syarifuddin usai pelaksanaan vaksinasi tahap kedua jajaran Forkopimda Maros, Kamis (28/1/2021). 

"Rencana yang terdaftar 1549, tapi setelah divalidasi hanya 1442. Pelaksanaan vaksinasi untuk Nakes dimulai sejak tanggal 15 Januari lali, sementara yang sudah divaksin sampai hari ini itu sekitar 256," kata Syarifuddin.

Keterlambatan proses vaksinasi nakes tersebut, kata dia, akibat adanya beberapa kendala. Nakes yang akan divaksin harus terdaftar diaplikasi dan juga pelaksanaan vaksinasi hanya dua hari sepekan. 

"Kendalanya di awal karna pakai aplikasi, walau sudah terdaftar tapi klo tidak muncul diaplikasi tidak bisa divaksin. Kedua waktunya hanya dua kali sepekan, hanya Selasa dan Kamis. Sekarang agar lebih cepat sudah offline dan sudah bisa tiap hari, tergantung tempat pelayan vaksinasi," bebernya. 

Syarifuddin menambahkan, di Maros ada 16 tempat pelayanan vaksinasi yaitu 14 Puskesmas di masing-masing kecamatan dan dua Rumah Sakit (RS) yaitu RS Salewangang dan RS Dodi Sarjoto. 

"Insyaallah Nakes selesai Februari. Selanjutnya tenaga pelayanan publik, seperti TNI, Polri, Satpol, petugas pehubungan dan sebagainya. Itu kita targetkan mulai Maret selanjutnya baru masyarakat," pungkasnya. 

Penulis: Fahrul/B