Tanpa Sekat, Erna Taufan Turun Langsung Gendong Balita Stunting

- Pendampingan PMT Stunting

Tanpa Sekat, Erna Taufan Turun Langsung Gendong Balita Stunting
Ketua TP PKK Kota Parepare Erna Rasyid Taufan menggendong balita pada kegiatan Pemberian Makanan tambahan (PMT) kepada balita stunting di tiga kecamatan yang ada di Kota Parepare.






KABAR.NEWS, Parepare - Ketua Tim Penggerak (TP) PKK Kota Parepare meluangkan waktu dengan turun langsung melakukan pendampingan Pemberian Makanan tambahan (PMT) kepada balita stunting di tiga kecamatan yang ada di Kota Parepare.


Erna Rasyid Taufan didampingi sejumlah Pengurus PKK berkolaborasi DP3A yang dikomandoi Kepala Bidang Kesetaraan Gender, Sriyanti Ambar, Senin (13/12/2021).


Tiga kecamatan tersebut, yakni Kecamatan Soreang, Kecamatan Bacukiki, dan Kecamatan Ujung dengan jumlah Balita stunting yang diberikan PMT 30 orang. 


Wanita segudang talenta yang baru saja terpilih secara aklamasi sebagai Ketua DPD II Partai Golongan Karya (Golkar) Parepare tersebut nampak berbaur tanpa sekat dengan masyarakat. Bunda PAUD Parepare ini bahkan menggendong para balita stunting tersebut dan mengelus serta mendoakan mereka.


Selain pemberian makanan tambahan, seperti susu dan vitamin, kesempatan itu juga dimanfaatkan dengan melakukan penyuluhan dalam pencegahan dan penanggulangan stunting, serta pemberian media promosi, yang dilaksanakan di Balai Ainun Habibie. Kegiatan tersebut juga dirangkaikan pelantikan PKK Remaja Kota Parepare.


"Hikmahnya dengan masalah stunting yang dihadapi sekarang. Dengan adanya PKK remaja ini, mereka akan menjadi corong dalam mengedukasi tentang stunting sebagai perpanjang tangan pemerintah," jelas Erna.


Sementara, Kepala DP3A Kota Parepare Andi Rusia melalui Kepala Bidang Kesetaraan Gender DP3A Sriyanti Ambar menjelaskan, untuk penyuluhan hanya di tiga kecamatan, dilakukan selama 10 hari untuk 10 orang anak per kecamatan. Sedangkan pemulihan dilakukan di wilayah kecamatan Bacukiki Barat, dengan 85 orang anak pada enam kelurahan. 


"Kecamatan Bacukiki Barat ini sebagai bentuk pemulihan dan dilaksanakan selama 30 hari. Semoga dengan pemulihan dan penyuluhan yang dilakukan DP3A dan PKK dapat menunrunkan angka stunting hingga 14 persen," tandasnya.


Penulis: Arsyad/C