Tanpa Persetujuan Pimpinan, Komisi D DPRD Makassar Putuskan WFH 

Langkah tersebut akan diambil meski tanpa persetujuan langsung dari pimpinan

Tanpa Persetujuan Pimpinan, Komisi D DPRD Makassar Putuskan WFH 
Kantor DPRD Makassar.( KABAR.NEWS/IRVAN ABDULLAH)






KABAR.NEWS,Makassar--Komisi D Bidang Kesejahteraan Masyarakat(Kesra) DPRD Kota Makassar, memutuskan akan menjalankan aktivitas dan kerja-kerja kedewanan secara online dari rumah. Langkah tersebut akan diambil meski tanpa persetujuan langsung dari Rudianto Lallo selaku pimpinan DPRD Makassar.

Ketua Komisi D, Abdul Wahab Tahir mengungkapkan, telah mulai memberlakukan Work From Home(WFH) atau bekerja dari rumah kepada seluruh anggota komisi yang lain mulai besok, Rabu(13/1) hingga 14 hari ke depan. 

"Jadi aktivitas kedewanan semua kita alihkan melalui online dan kita WFH," usulan tersebut lanjut Wahab per hari ini Selasa(12/1)sejak diusulkan ke pimpinan belum mendapat respon.

"Kami sudah mengusulkan dan yang pasti mulai besok Komisi D sudah melaksanakan proses kedewanan melalui WFH selama 14 hari ke depan,"terangnya. Sebelumnya Wahab memang orang yang pertama mewacanakan agar Sekretariat DPRD Makassar melakukan lockdown, menyusul Covid-19 yang telah menyebar ke banyak staf dan anggota DPRD Makassar.

Diperparah dengan kematian salah seorang anggota DPRD dari Fraksi PAN, Zaeanal Betta pada Sabtu(9/1) yang disebabkan karena Covid-19."Kita juga tidak ingin kerja-kerja di DPRD terganggu, tapi baiknya untuk sementara itu dialihkan dulu online."katanya.

Wakil Ketua DPRD Makassar, Andi Suhada Sapaille mengaku belum ada putusan terkait rencana DPRD untuk lockdown, termasuk kata dia WFH. Menanggapi keputusan Komisi D untuk WFH selama 14 hari kedepan, ia menilai baiknya menunggu hasil putusan pimpinan."Kita tunggu saja hasil rapat pimpinan yah, soal WFH baru mau dibahas,"singkatnya.