Skip to main content

Tak Kunjung Dilimpahkan, ACC Sulawesi: Polda Bersandiwara ke Publik Kasus Gedung PWI

PWI Sulsel
Gedung PWI Sulsel.(DOK)


KABAR.NEWS, Makassar - Penggiat anti korupsi dari Anti Coruption Committee (ACC) Sulawesi, akhirnya angkat bicara terhadap sikap penyidik Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Ditreskrimsus Polda Sulsel yang tak kunjung melimpah tahap dua perkara dugaan korupsi komersialisasi aset Pemerintah Provinsi Sulsel, Gedung PWI di Jalan AP Pettarani, Kota Makassar.


Peneliti ACC Sulawesi, Angga Reksa mengatakan bahwa kasus yang menjerat mantan Ketua Persatuan Wartawan Indonesia Sulawesi Selatan (PWI Sulsel), Zulkifli Gani Ottoh, sebagai tersangka ini, seakan di penegak hukum dalam hal ini Polda Sulsel sedang bersandiwara ke publik.


Baca Juga:


"Kasus dugaan korupsi komersialisasi aset Pemprov Sulsel dan ini penegak hukum (Polda Sulsel) sedang mempertontonkan sandiwaranya ke publik," ucap Angga, Rabu (16/1/2019).


Menurutnya, kasus dugaan korupsi ini telah lama dinyatakan lengkap atau P21.Namun hingga memasuki 2019, tak kunjung diserahkan tersangka dan barang bukti atau tahap dua ke Kejaksaan Tinggi Sulsel untuk dilakukan persidangan di Pengadilan Negeri (PN) Makassar.

 

Sikap Polda Sulsel ini, kata dia, sehingga seakan-akan tidak serius dalam menangani kasus korupsi di Sulawesi Selatan.


"Satu bulan lebih penyidik Polda belum juga melimpahkan alat bukti dan tersangka ke Kejaksaan dan seolah olah tidak peduli menuntaskan kasus, seolah-olah mempertontonkan dan mempermainkan publik bahwa dia seenaknya saja melimpahkan tersangka dan barang bukti. Dan asumsi lain, jangan sampai tersangka sudah melarikan diri," bebernya.


Terpisah, Kasubdit III, Unit Tipikor Ditreskrimsus Polda Sulsel, Kompol Yudha Satriawan membeberkan bahwa kasus dugaan korupsi gedung PWI Sulsel akan segera dilakukan tahap dua. Rencananya tersangka dan barang akan diserahkan ke Kejaksaan bulan Januari ini juga.


"Untuk tahap dua Insya Allah bulan ini (Januari), untuk penahanan nanti kami informasikan," katanya, Rabu (16/1/2019).


Pelimpahan tahap dua yang sedikit molor ini, kata dia, karena pada bulan kemarin (Desember) hendak memasuki tahun baru dan pihak kejaksaan belum bisa menegaskan waktu, kapan akan menerima tersangka dan barang bukti tersebut. Dan jikalau pihak kejaksaan sudah siap untuk menerima tersangka, maka Polda Sulsel akan langsung melimpahkannya.


"Kami masih menunggu Informasi dari Kejaksaan dan misalnya kalau Kejaksaan sudah ada informasi jelas mengenai waktu akan dilakukan pelimpahan, insyallah kami akan melakukan penahanan. Kemungkinan ada penahanan sebelum tahap dua, karena yang selalu kami tangani ya, seperti itu (ditahan sebelum tahap dua)," tutupnya.


Diketahui dalam kasus ini, Ketua Persatuan Wartawan Indonesia cabang Sulawesi Selatan (PWI Sulsel), Zulkifli Gani Ottoh atau yang akrab dipanggil Zugito ditetapkan sebagai tersangka oleh penyidik   Ditreskrimsus Polda Sulsel, karena diduga mengomersialkan aset Pemprov Sulsel berupa gedung dan tanpa mengantongi izin dari Pemprov Sulsel selaku pemilik aset.


Selain itu, hasil uang sewa atas aset tersebut diduga tak disetorkannya ke kas daerah Pemprov Sulsel. Sehingga atas perbuatannya diduga merugikan negara dan juga dinilai bertentangan dengan Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) Nomor 17/2007 tentang pedoman teknis pengelolaan barang milik daerah.


Adapun hasil audit yang dilakukan oleh Badan Pemeriksa Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Sulsel, ditemukan terjadi kerugian negara sebesar Rp 1.634.306.366. Atas perbuatannya, Zugito disangkakan Pasal 2 ayat 1 Subsider Pasal 3 UU No. 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dengan UU No. 20 Tahun 2001 dengan ancaman pidana maksimal 20 tahun penjara.

 

  • Lodi Aprianto