Skip to main content

Tak Cukup 5 Jam, Dua Pembunuh Sadis di Makassar Diringkus Polisi

PEMBUNUH SADIS
Dua pemuda pelaku pebunuhan sadis di Makassar usai diringkus Anggota Resmob Polda Sulawesi Selatan. (IST)

 

KABAR.NEWS, Makassar - Dua pemuda pelaku pebunuhan sadis di Makassar, berhasil diringkus Anggota Resmob Polda Sulawesi Selatan di Jalan Sultan Abdullah, Kecamatan Tallo, Kota Makassar, Rabu (14/2/2018) pagi.

 

Kedua pelaku pembunuhan tersebut diketahui bernama Resaldi alias Tyson (21) dan Arif Pratama (18). Mereka terbukti melakukan pembunuhan terhadap korban bernama Aldri Juniardi alias Ririn (23), warga Jalan Bungaejayya.

 

"Kedua pelaku telah melakukan penganiayaan hingga berujung kematian korban dengan menikam, dan memarangi korban dengan menggunakan parang," kata AKP Edi Sabhara, Kanit Resmob Polda Sulsel.

 

Edi Sabhara menjelaskan, penangkapan para pelaku berawal dari informasi terjadinya penganiayaan hingga berujung kematian. Sehingga, anggota langsung ke lokasi dan melakukan penyelidikan dengan meminta beberapa keterangan saksi.

 

Setelah berhasil mendapatkan beberapa identitas pelaku, kata Edi, anggota langsung melakukan pengejaran dan tidak cukup dengan lima jam, anggota berhasil meringkus kedua pelaku di Jalan Sultan Abdullah.

 

"Saat diinterograsi, mereka mengakui perbuatannya. Dimana, Resa menganiaya korban dengan cara menikamnya, Arif memarangi korban, serta dua pelaku lainnya masih DPO. Mereka adalah Antarikki alias Ponne dan Gope. Keduanya yang menikam korban," jelasnya.

 

Kanit Resmob Polda Sulsel ini menuturkan, awalnya korban berboncengan dengan rekannya Wiwin. Saat dalam perjalanan, mereka diikuti para pelaku dengan menggunakan sepeda motor, serta membawa senjata tajam.

 

Tiba-tiba, para pelaku mencegat dan meminta Hp milik korban, akan tetapi korban menolak. Sementara, Wiwin yang hanya membonceng korban, langsung memacu motornya. Sehingga, para pelaku pun mengejarnya.

 

Namun nahas, korban terjatuh dari motornya akibat lubang. Tetapi korban sempat lari untuk menyelamatkan diri. Namun jumlah pelaku yang cukup banyak itu, terus mengejar hingga berhasil menyergap korban. Pelaku langsung menganiaya korban dengan cara ditikam lalu dibacok parang.

 

"Saat korban sudah bersimbah darah, para pelaku langsung melarikan diri. Dan korban sempat dilarikan ke rumah sakit, tetapi nyawanya sudah tidak tertolong," bebernya.

 

Hingga saat ini, kedua pelaku telah diamankan di Polres Pelabuhan untuk dilakukan proses hukum lebih lanjut. Sementara, kedua rekannya yang masih DPO masih dalam pengejaran polisi.

  • Lodi Aprianto