Tak Cukup 20 Menit, Minyak Goreng di Misi Pasar Raya Jeneponto Habis Terjual

*Misi pasa raya dibatasi stok dari pusat

Tak Cukup 20 Menit, Minyak Goreng di Misi Pasar Raya Jeneponto Habis Terjual
Rak minyak goreng dan produk lainnya di Misi Pasa Raya Jeneponto. (KABAR.NEWS/Akbar Razak)






KABAR.NEWS, Jeneponto - Stok minyak goreng kemasan 2 liter di Misi Pasar Raya, Kecamatan Binamu, Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan habis terjual tak cukup satu jam sejak terpajang di rak lemari.


Pantauan KABAR.NEWS di lokasi, Jumat (4/2/2022), rak yang mengisi minyak goreng tersebut diisi oleh produk kecap, santan kelapa dan produk lainnya.


Seharusnya satu rak dari atas sampai bawah diisi dengan minyak goreng. Bahkan label harga minyak tersebut juga masih tercantum. Tingginya daya beli masyarakat untuk minyak goreng terjadi setelah pemerintah menurunkan harga menjadi Rp14 ribu per liter.


Manajer Misi Pasar Raya Jeneponto, Jusnani mengatakan, stok minyak goreng saat ini kosong. Bahkan kekosongan ini diperkirakan akan berlangsung selama beberapa hari ke depan.


"Untuk tiga hari ke depan saya belum bisa pastikan ada stok masuk," kata Jusnani kepada KABAR.NEWS, saat ditemui di ruang kerjanya, Jumat (4/2/2022)


Ia menjelaskan, pada Kamis kemarin, pihaknya memiliki stok 125 kardus minyak goreng dan itu dijual selama tiga hari terakhir. Cuma hanya 25 kardus yang dikeluarkan per hari.


"Untuk sehari 25 dus, kita lihat ketika castamer ramai kita kasih keluar lagi. Karena kita tidak ada display terus terang. Cuman di kasir selalu kita sediakan. Kalau kita display pasti customer cepat informasinya datang lagi itu. Tindakan itu yang kita hindari," jelasnya.


Para customer, katanya diwajibkan untuk membeli dua liter saja. Itu dilakukan sesuai anjuran pemerintah pusat.


"Kita sudah antisipasi agar warga tidak berbondong-bondong. Yang jelas sasaran kita pemerataan ke customer kita. Per orang 2 liter. Sesuai juga dengan peraturan pemerintah dua liter per customer per KK," ungkapnya.


Untuk mengantisipasi agar warga tak berbondong-bondong, pihaknya menyuruh warga agar mengantri di meja kasir.


"Untuk berebut kita antisipasi yang kita lakukan itu mereka antri di kasir teratur nanti kita berikan pas pada saat transaksi di kasir. Jadi di situ tidak ada display minyak tapi kita ada ketersediaan minyak untuk customer beli," kata dia.


Namun, kata dia, 25 dus minyak goreng yang dikeluarkan dalam sehari tersebut habis dalam sekejap."Tidak sampai 20 menit habis," singkatnya.


Ia menambahkan bahwa sebenarnya minyak goreng tersebut tidaklah langka. Hanya saja, misi pasar raya pusat membatasi stok pengiriman kepada setiap cabang.


"Keterbatasan stok dari misi pusat memang kita dibatasi sesuai dengan barang yang masuk di misi pusat. Jadi kita dialokasikan untuk cabang-cabang misi itu agar merata," pungkasnya.


Penulis: Akbar Razak/A