Tak Ada Tanda Kekerasan Fisik pada Mayat Bayi di Pinggir Sungai Sa'dan Torut

Polisi kejar pelaku

Tak Ada Tanda Kekerasan Fisik pada Mayat Bayi di Pinggir Sungai Sa'dan Torut
Proses evakuasi oleh Tim Penyidik Polres Torut di Sungai Sa'dan, Lembang Rindingbatu, Kecamatan Kesu, Minggu (3/10/2021). (KABAR.NEWS/Febriani)












KABAR.NEWS, Rantepao - Polisi Resor (Polres) Toraja Utara (Torut), Sulawesi Selatan, masih menyelidiki kasus penemuan mayat bayi di pinggir Sungai Sa'dan tepatnya di Lembang Rindingbatu, Kecamatan Kesu', Minggu (3/10/2021) kemarin.


Kasubbag Humas Polres Torut Ipfa Agus M mengatakan, tim penyidik telah membawa mayat bayi ke rumah sakit Elim Rantepao. Dari hasil pemeriksaan, tidak ditemukan adanya tanda - tanda kekerasan fisik pada bayi.


"Tidak ada tanda-tanda kekerasan terhadap bayi tersebut. Sehubungan penemuan mayat bayi tersebut Polres Toraja Utara sedang melakukan penyelidikan," kata Agus kepada KABAR.NEWS di Torut, Senin (4/10/2021).


Meski demikian, polisi masih mengumpulkan bukti - bukti untuk mencari tahu siapa yang tega membuang bayi tidak berdosa tersebut.


Sementara, Direktur RS Elim Rantepao, dr. Adrian Benedict Wijaya yang dikonfirmasi menjelaskan, pihaknya telah melakuka pemeriksaan visum terhadap bayi tersebut.


"Berdasarkan hasil pemeriksaan bahwa mayat bayi tersebut berjenis kelamin laki-laki dengan tinggi 43 cm, lingkar kepala 30 cm berat badan 2,2kg dan tidak ada tanda-tanda kekerasan pada tubuh mayat bayi tersebut," kata Adrian.


Senada dengan itu, Kepala Dinas Sosial Torut, Mira Bangalino mengatakan bahwa setelah berkoordinasi, pihaknya bersama Polres Torut telah menguburkan bayi tersebut.


"Bayinya sudah dikuburkan kemarin oleh dinas sosial dan polres torut di Tempat Pekuburan Umum (TPU) Batulelleng, Rantepao," kata Mira.


Penulis: Febriani/A