Skip to main content

Tajerimin Tawarkan Gagasan Atasi Banjir dan Kekeringan di Maros

Tajerimin Tawarkan Gagasan Atasi Banjir dan Kekeringan di Maros
Balon Bupati Maros Tajerimin bersama tim saat sosialisasi pada masyarakat. (IST)

KABAR.NEWS, Maros - Bakal Calon Bupati Kabupaten Maros, Andi Tajerimin Nur menawarkan gagasan mengenai langkah-langkah strategis dalam tata kelola atau manajemen air untuk mengatasi persoalan kekeringan ketika musim kemarau tiba, juga persoalan banjir ketika musim hujan tiba di Butta Salewangang.


"Manajemen tata kelola air adalah hal fundamental bagi sebuah daerah, ketika musim kemarau tiba maka muncul persoalan di Kabupaten Maros yakni kekeringan, pun ketika musim hujan tiba maka muncul persoalan juga yaitu banjir," kata Tajerimin, dalam keterangan tertulisnya, Rabu (15/1/2020).


Baca juga: PPK Pilwalkot Makassar 2020 Harus Melek Teknologi Informasi

Di Kabupaten Maros, setidaknya ada 4 kecamatan yang sering mengalami kekeringan pada musim kemarau, yaitu Marusu, Maros Baru, Lau dan Bontoa. Bahkan, jika kemarau berkepanjangan maka semua kecamatan akan terkena dampak kekeringan, namun jika musim hujan tiba maka banjir bisa melanda seluruh kecamatan di Maros.


"Kerugian materil maupun non materil sangat besar akibat banjir ini, petani sawah dan petani tambak merugi total karena lahan pertanian mereka dilanda banjir, belum lagi fasilitas seperti rumah, fasilitas ibadah, kendaraan, kantor-kantor pemerintah yang rusak akibat banjir, dan jika ditotal maka kerugian yang diakibatkan oleh Banjir ini bisa setara dengan APBD Maros yang jumlahnya kurang lebih Rp1,5 Triliun," ungkap wakil Bendahara Golkar Sulsel tersebut.


Menurut Tajerimin, akar persoalan di Maros adalah manajemen tata kelola air. Dia bilang, di hulu sudah terjadi penggundulan hutan yang sangat massif untuk aktifitas tambang dan pembukaan lahan pemukiman, karena itu dibutuhkan ketegasan dan penegakan hukum terkait hal tersebut.


Kata dia, hutan-hutan harus dihijaukan kembali, masyarakat harus terus di edukasi agar tidak mudah membuka lahan-lahan baru atau menjual lahan kepada para pengembang dan lain sebagainya.


Selanjutnya, untuk ketersediaan air bersih, Tajerimin menganggap perlu dilakukan revitalisasi dan membangun kembali bendungan-bendungan yang ada misalnya, bendungan di Bantimurung dan di Lekopaccing, serta membangun bendungan-bendungan baru, serta mencari sumber-sumber air baru disetiap Kecamatan, mendorong desa-desa membangun embung melalui dana desa.


"Kami berencana membangun kolam penampungan air yang repsentantif yang cukup luas untuk menampung dan mengelola air hujan menjadi air bersih untuk keperluan sehari-hari dan pertanian," tambahnya.


Baca juga: Gerindra Duga Bamus Sengaja Tunda Pelantikan Ketua DPRD Jeneponto

Tak sampai di situ, Tajerimin menawarkan agar dilakukan negosiasi kepada Pemerintah Kota Makassar untuk mengambil alih secara total pengelolaan dan pemanfaatan Bendungan Lekopaccing yang ada di Kecamatan Tanralili.


Serta negosiasi dengan pihak PT. Semen Bosowa Maros dan perusahaan-perusahaan lain yang selama ini memanfaatkan air Bantimurung agar mencari sumber air sendiri sehingga air Bantimurung bisa secara optimal dipergunakan untuk masyarakat Maros.


"Terakhir adalah revitalisasi dan pembangunan irigasi yang baik agar suplay air kelahan-lahan pertanian menjadi lancar, dengan begitu maka masyarakat petani bisa terus bertani tanpa ada kendala ketersediaan air," tutupnya.


Penulis: Fahrul/C

 

loading...