Tahun 2021, PUPR Sinjai Janji Benahi Bendungan Kalamisu

Pemasangan Bronjong

Tahun 2021, PUPR Sinjai Janji Benahi Bendungan Kalamisu
Warga bergoto royong membenahi bendungan Kalamisu yang roboh. (IST)






KABAR.NEWS, Sinjai - Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Sinjai, Sulsel, melakukan survei Bendungan Kalamisu Kanan yang roboh di Desa baru, Kecamatan Sinjai Tengah.

Dari hasil survei lokasi, ditemukan kurang-lebih 20 meter Bendung Air Kalamisu Kanan atau Bendungan Ta’lentoa (Lompo Aho) jebol disebabkan besarnya debit air dan ditambah hantaman material berupa batu besar dan potongan kayu.


Kepala Bidang SDA PUPR Sinjai A. Syarifuddin mengatakan pihaknya berjanji akan membenahi Bendungan Ta'lentoa yang merupakan sumber pengairan sawah pada tahun 2021.


“Sebenarnya bukan roboh tetapi jebol. Insya Allah, Tahun depan kita benahi,” kata Syarifuddin di Sinjai, Jumat (11/12/2020).


Ditanya soal langkah sementara yang dilakukan pemerintah untuk mengakali bendungan air kalamisu kanan yang roboh, kata dia, penanganan darurat yang dilakukan masyarakat desa Baru bisa bertahan 2 sampai 3 bulan.


“Dari hasil pengamatan teman-teman setelah masyarakat melakukan penanganan darurat, saya pikir ini sudah cukup bertahan 2 sampai 3 bulan, sedangkan anggaran tahun depan sisa bulan depan jadi paling lambat bulan Februari kita sudah lakukan pemasangan Bronjong untuk anggaran tahun 2021,” jelasnya.


Diberitakan sebelumnya, warga Desa Baru, Kecamatan Sinjai Tengah, Kabupaten Sinjai bergotong royong memperbaiki Bendungan Kalamisu Kanan yang roboh sepanjang kurang lebih 30 Meter.


Perbaikan bendungan dilakukan warga karena sudah memasuki musim tanam padi, sementara air tidak bisa masuk di saluran karena bendungan tumbang dan saluran bocor.


Salah satu warga Desa Baru, Andi Rancing menuturkan bahwa perbaikan Bendungan ini dilakukan secara swadaya, pasalnya setiap kali menjelang musim tanam namun bendungan tersebut tak kunjung diperbaiki oleh pihak pemerintah.


“Bendungan Kalamisu ini mengairi lahan yang kurang lebih 50 hektar Sawah namun tak kunjung ada perhatian dari pemerintah sehingga masyarakat Petani dengan Swadaya memperbaikinya,” jelasnya.


“Kami melakukan perbaikan Bendungan karena sudah masuk musim tanam sementara air tidak bisa masuk di saluran karena bendungan tumbang dan saluran bocor,” tandas dia.


Penulis: Syarif/B