Survey Terakhir CRC Jelang Pilwali Makassar, ADAMA Unggul

Hidayat mengatakaan tidak menutup kemungkinan para paslon bisa kembali menarik suara dari pemilih lemah yang disurvei sebanyak 18,5 persen. 

Survey Terakhir CRC Jelang Pilwali Makassar, ADAMA Unggul
Manager Reset Celebes Riset Center (CRC), Muhammad Nur Hidayat saat menjelaskan hasil survey Celebes Riset Center terkait hasil pemilihan walikota Makassar. (KABAR.NEWS/ Irvan Abdullah)












KABAR.NEWS, MAKASSAR - Lembaga survey Celebes Research Center (CRC) kembali merilis hasil survey untuk Pemilihan Wali Kota (Pilwali) Makassar yang dimulai sejak November lalu. Hasilnya, pasangan Mohammad Ramadhan 'Danny' Pomanto dan Fatmawati Rusdi (ADAMA) kian unggul dengan hasil 45,9 persen. 

Kemudian menyusul pasangan Munafri Arifuddin dan Rahman Bando (Appi-Rahman) dengan keunggulan sebesar 35,2 persen. Posisi ketiga di isi pasangan Syamsu Rizal dan Fadli Ananda (DILAN) dengan perolehan 9,6 persen, dan yang terakhir paslon Irman Yasin Limpo dan Andi Zunnun (IMNU) sebesar 6,6 persen. 

Hasil survey itu dijelaskan Muhammad Nur Hidayat, Manajer Riset CRC. Ia mengatakan bahwa hasil survey tersebut merupakan survei terakhir yang dilakukan CRC menjelang pemilihan mendatang pada 9 Desember. 

"Ini adalah survei terakhir kami untuk Pilkada Makassar jadi survei ini sifatnya quick surve dilakukan pada 23-28 November kami ingin mengambil hasil secara cepat dengan sisa waktu yang mepet akhirnya kita lakukan survei cepat untuk melihat trend elektabilitas pilkada makassar," ujar Hidayat di Hotel Grand Maleo, Kamis (3/12/2020). 

Hidayat juga menjelaskan bahwa berdasarkan hasil survey tersebut, pemilih yang tidak menentukan pilihannya (undecided voters) sebanyak 2,7 persen. Persentase ini dinilai kecil dibandingkan pemilih yang sudah menentukan pilihannya. 

"Kemudian yang undecided voters di angka 2,7 persen.artinya secara umum, responden pemilih di Makassar sudah menentukan pilihannya, terbukti pada angka undecided voters yang sangat kecil berdasarkan hasil survei kami," jelasnya.

Sementara untuk pemilih yang telah memastikan pilihan paslonnya, kata dia, sudah sebanyak 80,8 persen. Namun Hidayat mengatakaan tidak menutup kemungkinan para paslon bisa kembali menarik suara dari pemilih lemah yang disurvei sebanyak 18,5 persen. 

"Untuk strong voters secara umum yang saya bisa buka sudah di angka 80,8% sesuai rilis kami. Kemudian yang masih memungkinkan untuk berubah pilihan dan ini yang harus dilakukan paslon untuk menggarap pemilih lemah ini ada di angka 18,5 % yang masih akan dikategorikan sebagai pemilih lemah," ungkap Hidayat.

Namun kata Hidayat, berdasarkan hasil survei itu, pihaknya membuat kesimpulan bahwa pertarungan Pilwali Makassar memang ketat dilakukan pada Paslon No. Urut 1 (ADAMA) dan nomor urut 2 (Appi-Rahman).  

"Untuk kesimpulan kami, untuk Pilkada kota Makassar ini pertarungannya hanya tersisa 2 Paslon, yakni nomor urut 1 dan nomor urut 2," pungkasnya.

Penulis: Fitria Nugrah Madani/A