Skip to main content

Suriah Memanas, Perang Turki dan Rusia Tak Terelakkan

Hak
Pasukan Suriah bertekad mengambil alih Idlib yang dikuasai pemberontak. (Int)

KABAR.NEWS, Makassar- KABAR.NEWS, Jakarta- Perang pengaruh antara Rusia dan Turki di wilayah Suriah terus meruncing. Bahkan adu kekuatan senjata sepertinya akan segera terjadi di wilayah Provinsi Idlib, Suriah.

 

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengancam akan melancarkan operasi militer besar-besaran di Provinsi Idlib, Suriah, akhir bulan ini jika Damaskus tidak menarik mundur pasukan Suriah dari posisi tentara Turki di wilayah itu.

 

"Operasi (militer) di Idlib tidak terelakkan. Kita sedang menghitung mundur. Kami sedang memberi peringatan terakhir," kata Erdogan di hadapan anggota parlemen dari partainya kemarin dikutip dari merdeka.com.

 

Rusia yang selama ini merupakan sekutu utama Suriah selama hampir sembilan tahun konflik berlangsung menanggapi pernyataan Erdogan itu dengan mengatakan segala bentuk serangan Turki terhadap pasukan Suriah di Idlib adalah "skenario terburuk" yang akan terjadi.

 

"Jika kita bicara tentang operasi militer terhadap Republik Suriah sebagai otoritas yang punya legitimasi dan pasukan bersenjata maka tentu ini akan menjadi skenario terburuk," kata Juru Bicara Kremlin Dmitry Peskov, seperti dilansir laman Aljazeera, Rabu (19/2/2020).

 

Ankara yang selama ini menyokong sejumlah kelompok pemberontak di sebelah barat laut Suriah berang lantaran serangan pasukan pemerintah Suriah di Idlib menewaskan 13 tentara Turki dalam dua pekan terakhir.

 

Erdogan mengatakan pembicaraan dengan Rusia soal wilayah kantong terakhir pemberontak di Suriah telah gagal mencapai kesepakatan dan dia mengancam akan melancarkan operasi militer yang akan tiba hanya dalam hitungan waktu.


Baca juga: Wabah Corona, 6 Ribu Masker Dicuri dari Rumah Sakit di Jepang


Erdogan menuturkan Turki bertujuan menjadikan Idlib zona aman apa pun risikonya meski pembicaraan dengan Rusia yang mendukung pasukan Suriah terus berlanjut.

 

"Kami tidak akan menyerahkan Idlib kepada rezim Suriah yang tidak paham dengan tekad kami dan kami menolak siapa pun yang mendesak kami untuk melakukannya," kata Erdogan.

 

Pasukan Suriah yang setia kepada Presiden Basyar al-Assad kini makin gencar melancarkan serangan ke kantong terakhir pemberontak di Idlib dan sudah berhasil menguasai penuh Aleppo.

 

Sekitar 900.000 warga di Idlib terpaksa mengungsi dan mencari perlindungan dalam tiga bulan belakangan, termasuk sekitar 500.000 anak sejak pasukan Suriah melancarkan operasi besar-besaran ke Idlib.

 

Pejabat Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) memperingatkan soal bencana kemanusiaan di wilayah barat laut Suriah yang kini dilanda peperangan. Presiden Assad berjanji akan terus melanjutkan operasi dan membebaskan seluruh jengkal wilayah Suriah dari tangan pemberontak.

 

Flower

 

loading...