Skip to main content

Sumur Warga Diduga Tercemari BBM dari SPBU Pettarani Makkassar

Sumur Warga Diduga Tercemari BBM dari SPBU Pettarani Makkassar
Stasiun Pengisian Bahar Bakar Umum atau SPBU yang terletak di Jalan AP Pettarani-Rappocini Makassar sebelum direnovasi. (Foto: Google Street view)

KABAR.NEWS, Makassar - Warga melaporkan pihak pengelola SPBU yang terletak di Jalan AP Pettarani - Jalan Rappocini Raya, karena diduga mencemari lingkungan.


Salah satu warga bernama Abd Asis yang tinggal di Jalan Bonto Cinde, Kelurahan Buakana, Kecamatan Rappocini, mengatakan semenjak SPBU tersebut direnovasi air sumur di rumahnya berubah menjadi keruh dan berbau.


Baca juga: 14 Mahasiswa Unismuh Makassar Ditangkap Usai Bentrok Pemilihan Ketua HMJ

Kasat Reskrim Polrestabes Makassar, AKBP Indratmoko membenarkan adanya laporan dari warga tentang pencemaran lingkungan oleh SPBU tersebut, dan yang terlapor yakni Yusuf Tyos pengelola SPBU.


"Iya Abd Asis melaporkan ke kita pada Rabu kemarin, tentang Undang-undang perlindungan atau pengelolaan lingkungan hidup, tadi anggota bersama staf dinas perlindungan atau pengelolan lingkungan hidup dan staf balai besar kesehatan mengambil sampel air sumur di rumah dia (pelapor)," kata Indratmoko, di Makassar, Kamis (12/12/2019).


Petugas dari kepolisian dan DLH Kota Makassar mengambil sampel air sumur warga yang diduga tercemar SPBU Pettarani. (Foto: Handout)
Petugas dari kepolisian dan DLH Kota Makassar mengambil sampel air sumur warga yang diduga tercemar SPBU Pettarani. (Foto: Handout)

Indratmoko lebih lanjut mengatakan, sejak pada September lalu Asis sudah tidak menggunakan air sumurnya lagi karna berbau bahan bakar minyak (BBM) dan berwarna keruh.


Baca juga: Soal Resto Jual Olahan Babi, Dispar Makassar Sebut Tak Masalah

"Kita juga ambil sampel air sumur yang berada di dekat lokasi, di warung dekat situ baunya (BBM) juga sama dan keruh juga," ungkap Indratmoko.


"Selanjutnya tindakan penyelidik menunggu hasil sample air yang diambil di TKP dari kepala balai besar kesehatan Makassar," sambungnya.


Reza Rivaldy/CP/B

 

loading...