Sulsel Terima 3 Aset dari Kementerian PUPR, Termasuk Jalan Seko

* Totalnya mencapai Rp83 miliar lebih

Sulsel Terima 3 Aset dari Kementerian PUPR, Termasuk Jalan Seko
Alat berat melakukan pengerasan jalan Seko, Kabupaten Luwu Utara. Jalan ini termasuk aset yang diserahkan Kementerian PUPR kepada Pemprov Sulsel. (IST/HMS)

KABAR.NEWS, Jakarta - Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan menerima 3 jalan irigasi dan jaringan dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) RI yang berstatus barang milik daerah/aset Pemprov Sulsel.


Acara Serah Terima Barang Milik Negara (BMN) Kementerian PUPR Tahun 2023 ini dihadiri Pelaksana Harian (Plh) Sekretaris Daerah Provinsi Sulsel, Andi Muhammad Arsjad, di Auditorium Kementerian PUPR, Jakarta Selatan, Rabu (29/11/2023).


Arsjad menjelaskan, dalam kegiatan itu pemerintah pusat menyerahkan BMN kepada Pemprov Sulsel dengan tiga item infrastruktur yang lokasinya berada di batas antara Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) dan Provinsi Sulsel.


"Ketiga item infrastruktur tersebut, yakni, jalan Sabbang - Tallang - Seko - Rampi - Batas Provinsi Sulawesi Tengah dengan tahun perolehan 2019 dan nilai perolehan Rp28,3 Miliar lebih," kata Arsjad dalam keterangan tertulis.


Kemudian, pembangunan jalan Seko - Rampi - Batas Provinsi Sulteng dengan tahun perolehan 2020 dan nilai perolehan Rp27,05 Miliar lebih, dan pembangunan jalan Bua - Rantepao dengan tahun perolehan 2020 dan nilai perolehan Rp28,01 Miliar lebih.


Arsjad menyampaikan rasa terimakasihnya kepada pemerintah pusat yang telah menyerahkan tiga aset tersebut kepada Pemprov Sulsel sebagai bentuk dukungan terhadap pembangunan daerah dan 
pertumbuhan ekonomi di Sulsel.


Tidak hanya itu, lanjutnya, hadirnya tiga aset ini juga akan membantu kelancaran transportasi angkutan barang yang tentu akan mensupport jalur distribusi antar daerah dan antar provinsi.


"Kita berharap transportasi kita bisa lebih lancar termasuk pengangkutan hasil pertanian dan perkebunan lebih mudah untuk saling terhubung antar wilayah. Mengingat Sulawesi Selatan memiliki wilayah yang cukup luas," harap Arsjad.


"Kita dari Pemprov sekali lagi menyampaikan terima kasih adanya penyerahan Barang Milik Negara ini. Kita berharap Pemprov tetap jadi perhatian Pemerintah Pusat termasuk pembangunan jalan dan jembatan," ungkapnya.


Sementara itu, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono dalam sambutannya menyampaikan, kegiatan ini merupakan wujud transparansi dan akuntabilitas pemerintah kepada masyarakat.


"Guidance dari bu Menkeu (Sri Mulyani) sebagai bentuk akuntabilitas atas anggaran yang diberikan pada PUPR itu kita kembali ke masyarakat dalam bentuk infrastruktur ekonomi dan kerakyatan," ucap Basuki.


Basuki juga menjelaskan, serah terima BMN tersebut sudah rutin dilaksanakan setiap tahun. Pada 2022, sudah dua kali melakukan hal itu. Sementara di tahun 2023, menjadi pertama kali.


Dalam kesempatan itu, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, mengaku berterima kasih karena Kementerian PUPR sudah bersikap transparan dan menyampaikan hasil program pembangunan kepada publik yang dibiayai oleh APBN. Menurutnya, serah terima BMN tersebut merupakan simbol kehadiran negara.


"Dengan adanya aktivitas ini, bisa ditunjukkan kepada masyarakat bahwa pembangunan yang berasal dari uang rakyat manfaatnya juga dirasakan oleh masyarakat," tuturnya.


Diketahui, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) dan Kementerian Keuangan (Kemenkeu) menyerahkan Barang Milik Negara (BMN) kepada pemerintah daerah, yayasan dan perguruan tinggi. Infrastruktur yang diserahkan memiliki nilai perolehan sebesar Rp 15,41 triliun dari berbagai bidang. 


Adapun BMN yang diserahkan kepada 6 kementerian/lembaga, 7 pemerintah provinsi, 17 pemerintah kota, 43 pemerintah kabupaten, dan satu yayasan.


Selain Pemprov Sulsel, Pemerintah Pusat juga menyerahkan Bantuan Milik Negara kepada Pemerintah Kabupaten Luwu juga mendapatkan dua BMN, yakni Jembatan Gantung Paccerakkang; dan Jembatan Gantung Pelalan.