Sulsel Kebut Vaksinasi, Pangerang Rahim: Parepare Butuh 80 ribu Dosis

Upaya bagaimana mempercepat terlaksananya vaksinasi

Sulsel Kebut Vaksinasi, Pangerang Rahim: Parepare Butuh 80 ribu Dosis
Pangerang Rahim mengikuti launching Sulsel Kebut Vaksinasi dari RS Hasri Ainun Habibie, Senin (19/7/2021). (Foto: Istimewa)






KABAR.NEWS, Parepare - Wakil Wali Kota Parepare, Sulsel, Pangerang Rahim bersama forkopimda mengikuti kegiatan launching 'Sulsel Kebut Vaksinasi dan Telemedicine Halo Dokter' yang dilaksanakan oleh, Pemerintah Provinsi Sulsel secara virtual, Senin (19/7/2021).


Pangerang Rahim, yang mewakili Wali Kota Parepare, Taufan Pawe mengikuti kegiatan itu mengatakan, program Sulsel Kebut Vaksinasi merupakan upaya pemerintah mempercepat vaksinasi disemua daerah di Sulsel.


"Dari arahan Plt Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman menyampaikan, kegiatan itu dalam upaya bagaimana mempercepat terlaksananya vaksinasi, termasuk di Kota Parepare," ungkap Pangerang Rahim, usai mengikuti kegiatan itu secara virtual, di Rumah Sakit Hasri Ainun Habibie.


Berdasarkan pendapat beberapa ahli kata, Pangerang Rahim, suntik vaksin dapat memberikan penguatan dari upaya untuk melawan virus korona.


"Berdasarkan pendapat beberapa ahli, vaksin dapat memberikan 60 persen untuk daya tahan tubuh, ditambah protokol kesehatan, maka hal ini dapat menekan penyebaran Covid-19," kata Pangerang Rahim


Pangerang Rahim menambahkan, Plt Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman, usai melaunching kegiatan tersebut berharap agar seluruh daerah mempercepat pelaksanaan vaksinasi.


"Parepare sudah 25,92 persen pemberian vaksin untuk dosis pertama. Tetapi kita masih butuh sekitar 80 ribuan vaksin dari pusat," beber Pangerang Rahim.


Sementara itu, untuk program Telemedicine Halo Dokter kata Pangerang Rahim, Pemkot Parepare telah lama menyediakan layanan kesehatan call center 112 secara gratis.


"Kita di Parepare sudah lama menyediakan layanan kesehatan melalui telemedicene halo yaitu, call center 112 yang hadir setiap saat mempermudah komunikasi dengan masyarakat, baik itu pasien biasa ataupun pasien covid untuk dilakukan monitoring," tutup Pangerang Rahim.