Skip to main content

Studi: Gaji Seseorang Dapat Meningkatkan Resiko Penyakit Jantung

Studi: Gaji Seseorang Dapat Meningkatkan Resiko Penjakit Jantung
Ilustrasi penyakit jantung. (Dok. Creative Bioarray)

KABAR.NEWS - Sebuah penelitian terbaru yang dilakukan sejumlah peneliti dari Fakultas Kedokteran Miami Miller, Florida, Amerika Serikat (AS) mengungkap ada kaitan antara tingkat penghasilan seseorang dengan risiko penyakit jantung.


Menurut penelitian tersebut, ketika penghasilan seseorang berfluktuasi, itu dapat mengubah banyak faktor lain dalam kehidupan mereka terutama mengenai kesehatan mental.



Studi tersebut telah dilakukan sejak dua dekade terakhir yang mereview data statistik Pengembangan Risiko Arteri Koroner pada Dewasa Muda Cardia, mengambil sample dari empat kota besar antara lain, Minneapolis, MN, Chicago, IL, Oakland, CA, dan Birmingham, AL.


Para peneliti di balik studi baru ini menganalisis data dari studi CARDIA untuk melihat apakah ada hubungan antara fluktuasi pendapatan dan risiko kejadian kardiovaskular atau penyakit jantung serta kematian. Mereka pertama kali mempelajari tingkat pendapatan yang diambil dari lima penilaian pada tahun 1990-2005.


Penelitian yang dipublikasi pada Jurnal Circulation menemukan bahwa, fluktuasi substansial dalam pendapatan pribadi, dikaitkan dengan risiko kematian dan penyakit jantung yang lebih tinggi dalam satu dekade setelah perubahan pendapatan ini.


Tingkat fluktuasi pendapatan tertinggi dikaitkan dengan risiko kematian hampir dua kali lipat dan risiko penyakit seperti stroke, gagal jantung, atau serangan jantung.


Penulis studi utama dari penelitian ini, Tali Elfassy, ​​Ph.D mengatakan volatilitas pendapatan menghadirkan ancaman kesehatan terhadap masyarakat. Apalagi mengenai kebijakan pemerintah \ federal yang memotong pendapatan.


"Walaupun penelitian ini bersifat observasional dan tentu saja bukan evaluasi program-program seperti itu, hasil kami menyoroti bahwa perubahan besar secara negatif dalam pendapatan dapat merusak kesehatan jantung dan dapat berkontribusi pada kematian dini," kata Tali Elfassy dilansir dari Medical News Today, Senin (14/1/2019).



Tidak jelas apa yang sebenarnya mendorong fluktuasi pendapatan untuk menghasilkan peningkatan risiko masalah kardiovaskular, kematian, atau keduanya. 


Bisa jadi bahwa fluktuasi pendapatan seseorang mengakibatkan perilaku yang tidak sehat, seperti konsumsi alkohol yang berlebihan, kurang olahraga, stres, dan tekanan darah tinggi.

 

loading...