Sosok Jenderal Min Aung Hlaing, Disanksi AS Kasus Genosida Rohingya

Militer menunjuk Min Aung Hlaing sebagai pemimpin Myanmar.

Sosok Jenderal Min Aung Hlaing, Disanksi AS Kasus Genosida Rohingya
Pemimpin Myanmar, Min Aung Hlaing usai kudeta militer terhadap Aung San Suu Kyi. (Foto: Associated Press)






KABAR.NEWS - Militer Myanmar mengambil alih pemerintah setelah menangkat pemimpin de-facto Aung San Suu Kyi dan tokoh senior pemerintahan. Sosok Jenderal Senior Min Aung Hlaing menjadi sorotan Internasional karena memimpin kudeta militer. 

Dilansir Reuters, Senin (1/2/2021), militer Myanmar mengumumkan mengambil alih kekuasaan dan menetapkan masa darurat selama satu tahun ke depan. Saat ini kekuasaan pemerintahan Myanmar dipegang oleh Min Aung Hlaing. 

Sosok Min Aung Hlaing sendiri sebelumnya pernah mendapatkan sanski dari Amerika Serikat dan Perserikat Bangsa Bangsa (PBB) karena operasi militer Myanmar di wilayah Rakhine pada tahun 2017. Akibat operasi militer tersebut 700 ribu lebih warga Rohingya melarikan diri ke sejumlah negara termasuk ke Bangladesh. 

Merespons sanksi AS terhadap Min Aung Hlain, PBB juga merespon. Sejumlah kasus dan gugatan hukum diajukan ke berbagai pengadilan Internasional, termasuk Mahkamah Internasional, terkait kekejaman militer Myanmar terhadap Rohingya.

Tahun 2019, penyidik PBB mendorong para pemimpin dunia untuk menjatuhkan sanksi finansial terarah terhadap perusahaan-perusahaan memiliki keterkaitan dengan militer Myanmar.

Berdasarkan penuturan teman sekelasnya, Jenderal berusia 64 tahun itu dulu diketahui menjauhi politik menyebar luas saat dia masih kuliah jurusan hukum di Universitas Yangon tahun 1972-1974 silam.

"Dia pria yang tidak banyak bicara dan biasanya tidak menonjolkan diri," tutur mantan teman sekelasnya kepada Reuters tahun 2016 lalu.

Untuk bergabung ke Akadesmi Dinas Pertahanan (DSA) Myanmar, Min Aung Hlaing sempat dua kali ditolak. Tetapi pada usaha ketiga kalinya, yakni tahun 1974 akhirnya berhasil masuk DSA. Menurut seorang teman satu kelas di DSA, Min Aung Hlaing merupakan seorang kadet biasa.

"Dia dipromosikan secara teratur dan secara lambat," tuturnya. 

Teman Min Aung Hlaing di DSA ini mengaku kaget saat mengetahui dia sudah naik pangkat hingga melampaui pangkal perwira menengah. Min Aung Hlaing mengambil alih militer Myanmar tahun 2011 saat dimulainya masa transisi menuju demokrasi di negara itu. 

Para diplomat di Yangon menuturkan bahwa pada masa jabatan pertama Suu Kyi tahun 2016, Min Aung Hlaing berubah dari tentara pendiam menjadi politikus dan tokoh publik. Pengamat mencatat bahwa Min Aung Hlaing banyak menggunakan Facebook untuk publikasi

Akun Facebook miliknya menarik ratusan ribu follower sebelum diblokir terkait operasi militer Myanmar yang sarat kekerasan terhadap Rohingya tahun 2017 lalu.

Menurut para diplomat dan pengamat kepada Reuters, sosok Min Aung Hlaing banyak mempelajari transisi politik di negara-negara lainnya dan melakukan banyak hal yang diperlukan demi menghindari kekacauan seperti di Libya dan negara Timur Tengah lainnya usai unjuk rasa mencuat tahun 2011.

Sebagai Panglima Militer Myanmar, Min Aung Hlaing tidak pernah menunjukkan tanda bahwa dia siap menyerahkan 25 persen alokasi kursi militer dalam parlemen Myanmar. Dia juga tidak mengizinkan adanya perubahan apapun dalam Konstitusi Myanmar melarang Suu Kyi menjadi presiden.

Baru-baru ini, militer Myanmar mengeluhkan adanya kejanggalan dan ketidakberesan dalam daftar pemilih untuk pemilu 8 November 2020, yang seperti diprediksi, dimenangkan oleh Partai Liga Demokrasi (NLD) pimpinan Aung San Suu Kyi.

Min Aung Hlaing memperpanjang masa jabatannya di pucuk kepemimpinan militer untuk lima tahun lagi pada Februari 2016. Hal ini mengejutkan para pengamat yang memperkirakan dia akan mundur pada tahun itu saat perombakan kepemimpinan militer rutin digelar.