Sopir Mobil Truk di Jeneponto Ditemukan Meninggal Dunia Diduga Kelelahan

- Hasil pemeriksaan dokter

Sopir Mobil Truk di Jeneponto Ditemukan Meninggal Dunia Diduga Kelelahan
Mobil truk kontainer tempat penemuan jasad sopir di Jalan Sultan Hasanuddin, Kabupaten Jeneponto. (KABAR.NEWS/Akbar Razak)






KABAR.NEWS, Jeneponto - Kepolisian Resort Jeneponto, Sulawesi Selatan, menduga, penyebab kematian sopir mobil truk kontainer yang terparkir di Jalan Sultan Hasanuddin karena kelelahan. Pria 47 tahun tersebut ditemukan tak bernyawa pada Selasa (2/8/2022) dini hari.


Kasat Reskrim Polres Jeneponto, Iptu Nasaruddin mengatakan, dokter Rumah Sakit Lanto Daeng Pasewang telah memeriksa jenazah sopir yang diketahui bernama Saharuddin. Dari hasil pemeriksaan, tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan.


"Untuk dugaan sementara, mayat tersebut meninggal dunia akibat kelelahan karena tak ada tanda-tanda kekerasan pada jasad tersebut," kata Nasaruddin kepada wartawan di Jeneponto.


Nasaruddin menyebutkan, Saharuddin ditemukan tak bernyawa di balik kemudi oleh warga sekitar tempat mobil truk tersebut parkir. Warga mendatangi mobil sebab sudah empat hari terparkir tidak bergerak.


"Warga curiga sebab mobil itu sudah diparkir selama empat yang hari lalu. Kalau tidak salah hari Jumat (mulai parkir). Sehingga dia mendatangi dan memanggil sang sopir namun tak mendapat respons," ujar Nasaruddin.


Tak mendapat respons dari sang sopir, warga bernama Wiwin kemudian mendobrak pintu mobil. Kaget bukan kepalang, Wiwin melihat mayat sopir yang sudah meninggal dunia di belakang kursi kemudi.


Mendapati sopir sudah tewas, Wiwin lantas mendatangi unit SPKT Polres Jeneponto yang tidak jauh dari lokas. Polisi kemudian mendatangi dan melakukan plat TKP.


"Saat petugas melakukan olah TKP, anggota menemukan sebuah SIM bernama Sahar, alamat jalan Kandea, Makassar. Tapi sebenarnya, Saharuddin adalah warga Loka Kecamatan Rumbia," kata dia.


Untuk mengetahui secara pasti penyebab kematian sopir, jasad tersebut harus diperiksa lebih lanjut. Namun hingga kini belum mendapat konfirmasi dari pihak keluarga.


"Kalau penyebab kematiannya kan harus melalui autopsi. Namun pihak keluarga hingga saat ini belum memberikan jawaban terkait autopsi tersebut," pungkasnya.


Penulis: Akbar Razak/A