Sopir Mobil akui Ketatnya Penyekatan Mudik di Bantaeng

Tes swab Antigen gratis

Sopir Mobil akui Ketatnya Penyekatan Mudik di Bantaeng
Bupati Bantaeng, Ilham Syah Azikin mengunjungi posko perbatasan Bantaeng - Jeneponto di Rest Area, Desa Bonto Jai, Kecamatan Bisappu, Kabupaten Bantaeng, Jumat (7/5/2021). (Foto: Istimewa/Humas Bantaeng)












KABAR.NEWS, Bantaeng - Penyekatan larangan mudik di perbatasan daerah Kabupaten Bantaeng, Sulawesi Selatan, disebut sangat ketat dibanding beberapa daerah lain. Hal itu diakui oleh seorang sopir mobil bernama Agus, saat hendak masuk ke daerah berjuluk Butta Toa.


Saat bertemu Bupati Bantaeng Ilham Syah Azikin di pos penyekatan perbatasan Jeneponto, Jumat kemarin, Agus menyampaikan bahwa penyekatan mudik di daerah tersebut sangat ketat. Sepanjang perjalanan dari Kota Makassar, ia mengakui daerah lain yang dilaluinya tidak begitu ketat.


Karena tak memiliki dokumen perjalanan, seperti surat keterangam bebas Covid-19, Agus bersama rekannya sesama sopir mobil pikap harus tes swab antigen untuk dapat melintasi daerah Bantaeng. Tes usap itu dilakukan secara gratis tanpa pungutan biaya.


"Tidak apa - apa pak. Hanya di Bantaeng yang ketat (penyekatan) begini. Tidak apa - apa juga kalau saya diswab," kata Agus dalam keterangan tertulis, Sabtu (8/5/2021). 


Setelah pemeriksaan dan Swab, Agus kemudian mendapat surat keterangan Swab Antigen yang nantinya akan ditujukan ke pos daerah yang akan menjadi tujuannya.


Sementara, Ilham Syah Azikin mengatakan bahwa upaya proses pengecekan, identifikasi orang yang akan berkunjung ke Bantaeng maupun yang hanya melintas berjalan sesuai yang diharapkan.


"Upaya ini tentu menjadi bagian dari penerjemahan kita di kabupaten Bantaeng akan instruksi untuk pembatasan lintas daerah sekaligus imbauan untuk tidak mudik," kata Ilham.


Bagi Bupati bergelar doktor ilmu pemerintahan itu, upaya yang telah dilakukan, mudah - mudahan bisa efektif dalam upaya penanggulangan penyebaran Covid-19 khususnya di Kabupaten Bantaeng.


"Kita harapkan ini efektif, utamanya sampai tanggal 17 Mei nanti. Kita juga saat ini terus menjaga Bantaeng untuk tetap berada dalam zona hijau," kata dia.


Penulis: Akbar Razak/C