Solar Langka, Nelayan di Sinjai Menjerit Tak Bisa Melaut

*Nelayan sangat merugi

Solar Langka, Nelayan di Sinjai Menjerit Tak Bisa Melaut
Perahu nelayan di TPI Lappa yang tidak melaut karena kelangkaan BBM Solar. (KABAR.NEWS/Syarif)






KABAR.NEWS, Sinjai - Kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis solar bersubsidi kembali dikeluhkan nelayan di Kabupaten Sinjai, Sulawesi Selatan.


Nelayan bernama Haji Dare mengaku kelangkaan solar sangat mempengaruhi perekonomian masyarakat, khususnya nelayan di daerah berjuluk "Bumi Panrita Kitta" itu.


"Hampir sepekan ini kami berjibaku mencari solar di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU). Kita harus antre kalau mau dapat solar, itupun terkadang tidak kebagian di SPBU, karena mobil truk didahulukan, sementara kami menggunakan jeriken," ungkap Dare di Sinjai, Minggu (20/3/2022).


Lanjut Dare mengatakan, kelangkaan ini membuat para nelayan merugi. Para nelayan tidak bisa melaut karena ketiadaan bahan bakar untuk mencari ikan.


"Kami para nelayan sangat merugi, karena terhalang dengan bahan bakar. Sebagian teman menunda melaut, sambil menunggu mendapatkan solar," ujarnya.


"Tolonglah pasokan Solar segera dinormalkan kembali. Sehingga kami para nelayan kecil ini bisa kembali beraktivitas," keluhnya.


Terpisah, pengelola SPBU Biringere bernama Wahyu mengatakan, adanya tingkat kebutuhan yang cukup tinggi dari konsumen sehingga solar agak susah didapat.


Untuk mentaktisi kebutuhan konsumsi BBM Solar, jatah sopir truk dan nelayan dibatasi sebanyak 8 kilo liter. "Jatah untuk SPBU kami sebanyak delapan kilo liter. Jatah ini sama dengan SPBU lain di Sinjai," sebut Wahyu.


"Biasa memang kalau masuk bulan tiga kebutuhan cukup tinggi, utamanya dari nelayan," sambungnya.


Penulis: Syarif/A