Skip to main content

Soal THM Publiq, DPRD Makassar Sebut Pelanggaran Berat dan Harus Ditutup

sf
THM Publiq Dine and Wine di jalan Ariel Rate, Makassar. (Ist)

KABAR.NEWS, Makassar - Ketua Komisi C Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Makassar, Abdi Asmara mendesak pihak pemerintah kota (Pemkot) untuk segera menutup tempat hiburan malam (THM) yang melanggar aturan. 


THM yang dimaksud yakni Publiq Dine and Wine di jalan Ariel Rate, Makassar. Dimana berdasarkan fakta, THM tersebut beroperasi tidak sesuai peruntukan, dimana selama ini Publiq ternyata tidak mengantongi ijin penjualan minuman beralkohol (minol). 


Tidak hanya itu, Publiq juga dinilai melanggar aturan batas waktu yang telah diatur dalam Kota Makassar nomor 5 tahun 2011 tentang tanda daftar usaha pariwisata disebutkan pada pasal 33 bahwa waktu tutup jam operasi untuk usaha rumah bernyanyi, karoke, klub malam dan diskotik paling lambat pukul 02.00 wita.


Sementara dari hasil pantauan KABAR.NEWS, Publiq beroperasi melebihi batas tersebut, bahkan pada Sabtu (7/12/2019) lalu atau malam Minggu, THM tersebut beroperasi hingga dinihari. 


Baca juga: 


Abdi menegaskan apa yang dilakukan pemilik THM (Publiq) sudah sangat jelas merupakan pelanggaran berat, dimana tertuang dalam aturan perda THM tersebut harus mendapat sanksi berat. 


"Jelas perintahnya itu, kalau ada THM yang melaksanakan kegiatan tidak sesuai ijin itu jelas pelanggaran berat, jadi pemkot harus segera menutup tempat itu (Publiq). Nanti kita dari komisi C akan turun kelapangan dalam meninjau lokasi yang terindikasi melanggar," jelasnya, Selasa (10/12/2019). 


Ia menambahkan, instansi terkait seperti Satpol PP, Dinas Perijinan (PTSP), Pariwisata, pihak kecamatan dan kelurahan harus segera berkoordinasi dalam menindaki ini.  


"Kita harus tegas dalam menegakkan aturan. Kan jelas dalam perda/perwali dalam operasional thm, termasuk peredaran minol ada aturannya. Ingat, perda dibuat untuk dipatuhi, bukan dilanggar. Saya minta pemkot segera turun, jangan nanti kami DPRD yang memaksakan lagi untuk turun," tegasnya.



•Andi Frandi/B

 

loading...