Skip to main content

Soal Maritim, Prabowo Sebut Jokowi Hanya Terima Laporan yang Bagus-bagus

Soal Maritim, Prabowo Sebut Jokowi Hanya Terima Laporan yang Bagus-bagus
Capres nomor urut 02, Prabowo Subianto pada debat kedua capres di Hotel Sultan, Jakarta, Minggu (17/2/2019). (Instagram/indonesiaadilmakmur)

KABAR.NEWS, Jakarta - Calon presiden (Capres) nomor urut 02, Prabowo Subianto mengatakan Joko Widodo sebagai capres petahana hanya menerima laporan yang positif mengenai kondisi maritim Indonesia.


Baca juga: Ledakan di Dekat Nobar Debat Tim Jokowi-Ma'ruf, Saksi: Seperti Bom!

Prabowo mengatakan hal tersebut menanggapi pernyataan Jokowi pada sesi debat eksploratif, tentang potensi kemaritiman Indonesia, yang menurutnya telah dimaksimalkan dengan baik seperti mencegah ilegal fishing 


Prabowo menjelaskan bahwa masih banyak nelayan dalam kategori kecil, yang sulit mengakses modal dan teknologi serta perizinan dari pemerintah.


"Nelayan paling kecil yang masih mengalami kehidupan sangat berat. Mungkin laporan-laporan ke bapak bagus-bagus. Kita sudah lama jadi orang indonesia pak," ujar Prabowo disambut riuh audience debat di Hotel Sultan, Jakarta, Minggu (17/2/2019) malam. 


Mendengar jawaban eksploratif Prabowo, Jokowi hanya menjawab secara dingin. Capres nomor urut 01 itu berpendapat bahwa memang tugas pemimpin adalah mengubah yang tidak bagus menjadi bagus.


"Saya kira itulah tugas pemimpin yang tidak bagus menjadi bagus," jawab Jokowi.


Jokowi melanjutkan, bukti keprihatinannya kepada nelayan adalah ditunjukkan dengan berkunjung hampir setiap minggu atau sebulan ke lokasi para nelayan.


NONTON JUGA:  Live Streaming Debat Kedua Pilpres: Jokowi-Ma'ruf Diunggulkan?

Bahkan dia mengaku pernah suatu hari pada pukul 2 malam berkunjung ke Tambak Lorok, wilayah utara Kota Semarang hanya berdua dengan sopir untuk memastikan kondisi para nelayan.


"Hampir setiap minggu bertemu nelayan, bahkan bapak ibu bisa tanya nelayan di tambak lorok, utara kota semarang. Saya ke sana hanya berdua ke sana sama sopir," tandas Jokowi.