SMA Al-Bahra Jeneponto Belajar Tatap Muka Sebab Siswa Tak Punya HP

Sejak April 2020

SMA Al-Bahra Jeneponto Belajar Tatap Muka Sebab Siswa Tak Punya HP
Proses belajar-mengajar di SMA Al - Bahra Jeneponto, Sulawesi Selatan, di tengah pandemi Covid-19. (KABAR.NEWS/Akbar Razak)






KABAR.NEWS, Jeneponto - Murid Sekolah Menengah Atas (SMA) Al-Bahra Jeneponto, Sulawesi Selatan, tetap melakukan pembelajaran tatap muka di ruang kelas saat Virus Corona (Covid-19) masih terus mengancam.


SMA Al-Bahra yang berada di Kampung Beru, Desa Bululoe, Kecamatan Turatea, menggelar belajar tatap muka sejak April 2020. Selama proses tersebut, siswa diklaim sehat-sehat saja.


"Kami di sini Allhamdulillah tetap belajar seperti biasa, sampai saat ini tidak ada siswa yang sakit," ujar Kepala Sekolah SMA Al-Bahra Jeneponto, Armin, kepada KABAR.NEWS, Rabu (13/1/2021).


Menurut Armin, kebijakan belajar tatap muka dipilih karena keluhan para orang tua murid. Banyak siswa yang tidak memiliki handphone untuk mengikuti belajar daring.


Ditambah lagi jaringan internet di kampung itu tidak memadai. Olehnya itu, pihak sekolah kemudian mengundang seluruh orang tua siswa dan ketua komite untuk rapat.


Dari hasil rapat tersebut, orang tua siswa mengharapkan anak-anak mereka bisa kembali bersekolah seperti biasanya. Hal itu didasari dengan tanda tanggan seluruh orang tua murid.


"Semua bertanda tangan untuk menyetujui sekolah itu tetap di buka. Dan orang tua siswa mengganggap di sini tidak ada penyakit," klaim dia.


Dia menyebut, bahwa para siswa dinilai semakin nakal ketika tidak sekolah. Terbukti, pada bulan Maret dan April 2020 hingga semester itu sama sekali tidak ada pembelajaran. 


"Anak kita juga semakin nakal ketika tidak sekolah. Karena ada pembelajaran di waktu bulan 3 dan 4 tahun 2020 sampai masuk semester itu tidak ada pembelajaran. Dan anak-anak mereka semakin berbedah tingkahnya. Beda pada waktu sekolahnya," ucapnya.


Kendati demikian, pihaknya juga telah menyiapkan serangkai protokol kesehatan belajar tatap muka. Pantauan KABAR.NEWS, sekolah menyediakan bilik disinfektan, tempat cuci tangan hingga masker.


"Jadi keputusan kemarin, semua siswa sebelum masuk ke sekolah itu terlebih dahulu dilakukan pemeriksaan suhu badan. Sampai saat ini belum ada siswa yang melebihi suhu badannya," terangnya. 


"Setelah dicek suhu badannya, siswa kemudian masuk di bilik disinfektan untuk disemprot. Kemudian kami siapkan tempat cuci tangan di depan kelas," tandas dia.


Penulis: Akbar Razak/A