Skip to main content

Situasi Memanas, Kapal Perang Iran Dituding Cegat Kapal Tanker Inggris

Situasi Memanas, Iran Dituding Cegat Pelayaran Kapal Tanker Inggris
Kapal Tanker British Heritage saat berlayar di Selat Hormuz. (Foto: AFP)

KABAR.NEWS, London - Situasi di Selat Hormuz, Uni Emirat Arab, kian memanas. Kapal militer Iran disebut hendak menghalangi pelayaran kapal tanker milik Inggris yakni British Heritage.


Melansir laporan Aljazeera, Kamis (10/7/2019) tiga kapal Iran menurut menurut pemerintah Inggris berusaha memblokir British Heritage pada Rabu kemarin.


Baca juga: Harvard Tutup Penerimaan Mahasiswa yang Disponsori Pangeran Arab Saudi

Namun dalam sebuah pernyataan yang dikeluarkan pemerintah Inggris, upaya itu gagal setelah kapal-kapal Iran menerima peringatan dari kapal angkatan laut Inggris yang ikut mengawal pelayaran British Heritage.

 

"Kami prihatin dengan tindakan ini dan terus mendesak pemerintah Iran untuk mengurangi situasi di kawasan itu," bunyi pernyataan tersebut.

 

Akan tetapi, Menteri Luar Negeri Iran Mohammad Javad Zarif menolak tuduhan tudingan Inggris bahwa kapal-kapal miliknya berupaya mencegat tanker British Heritage.


"Rupanya kapal tanker Inggris telah lewat. Apa yang mereka katakan sendiri dan klaim yang telah dibuat adalah untuk menciptakan ketegangan dan klaim ini tidak memiliki berdasar," kata Javad Zarif, menurut laporan kantor berita Fars. Korps Pengawal Revolusi Iran (IRGC) juga membantah terlibat dalam insiden itu.


Baca juga: Mounir Baatour, Gay Pertama Bakal Calon Presiden Tunisia

Sebelumnya pada hari Kamis, dua pejabat Amerika Serikat (AS) mengatakan kepada kantor berita Reuters bahwa lima kapal yang diyakini milik IRGC terlibat dalam insiden itu.


"Kapal HMS Montrose angkatan laut Inggris, juga ada di sana, mengarahkan senjatanya ke kapal Iran dan memperingatkan mereka melalui radio, setelah itu mereka bubar," kata salah seorang pejabat yang mengetahui kejadian itu.


"Itu adalah pelecehan dan upaya untuk mengganggu jalan tersebut," kata pejaba AS lainnya.

 

Insiden pencegatan kapal tanker milik Inggris, terjadi beberapa hari setelah Presiden Iran Hassan Rouhani memperingatkan Inggris bahwa akan menghadapi "dampak" karena merampas sebuah kapal tanker minyak Iran minggu lalu di lepas pantai Gibraltar.
 

 

loading...