Sindir Pemerintah, Aktivis hingga Ketua Partai Memancing di Jalan Berlubang Jeneponto

* Jalan lingkar Jeneponto

Sindir Pemerintah, Aktivis hingga Ketua Partai Memancing di Jalan Berlubang Jeneponto






KABAR.NEWS, Jeneponto - Warga Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan, mengaku kesal dengan kondisi jalan rusak dan berlubang di jalan lingkar Kecamatan binamu. Bahkan, kondisi ruas itu sudah berlangsung cukup lama. 


Sebagai bentuk protes, kepada pemerintah, Ketua DPD Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Andi Tahal Fasni bersama aktivis berinisiatif melakukan aksi mancing ikan di tengah kumbangan yang dipenuhi air dan lumpur.


Aksi itu tentu bukan aksi mancing sungguhan, mereka melakukan hal itu untuk mengkritik pemerintah yang tak menaruh perhatian pada kondisi jalan tersebut.


Aktivis Jeneponto Jatong Jalarambang mengaku sengaja melakukan hal itu. Menurut dia, kondisi jalan seperti itu, sudah banyak pengendara mengalami kecelakaan tunggal saat melintas.


"Kami atas nama lembaga pergerakan juga pemuda daerah bersama ketua PKS secara langsung melakukan aktivitas mancing di tengah jalan rusak yang sampai sekarang sudah banyak pengendara mengalami kecelakaan tunggal," kata Jatong Jalarambang kepada KABAR.NEWS saat dihubungi, Jumat, (30/9/2022).


Menurut dia, pemerintah daerah selama ini dinilai buang-buang anggaran. Pasalnya, anggaran yang digelontorkan untuk pengaspalan di jalan lingkar terbilang cukup besar.


"Anggaran yang cukup banyak di lontarkan ke pengaspalan jalan ini itu tidak sesuai dengan kualitas pekerjaan, karena faktanya jalan tersebut sudah mengalami kerusakan parah," jelasnya.


Ia meminta kepada Dinas PUPR Jeneponto agar lebih memperhatikan lagi kondisi insfraktruktur jalan. Khususnya jalan lingkar dapat diprioritaskan.


"Kami juga berharap Dinas PUPR dan komisi 3 DPRD pihak terkait lainnya gerak cepat memikirkan memperbaiki kerusakan-kerusakan yang sangat parah," ungkapnya.


Tak hanya itu, dirinya juga mengancam akan menggelar demo besar-besaran apabila pemerintah tak kunjung memperbaiki jalan itu.


"Ketika pihak terkait masih tetap buta dan tuli maka kami dalam waktu yang dekat akan mengagendakan langkah full up dengan metode aksi demonstrasi," pungkasnya.


Penulis: Akbar Razak/B