Skip to main content

Sidang Pekan Ini, Polisi Penembak Warga Makassar Terancam Dicopot

Sidang Pekan Ini, Polisi Penembak Warga Makassar Terancam Dicopot
Kabid Humas Polda Sulsel Kombes Ibrahim Tompo. (KABAR.NEWS/Irvan Abdullah)

KABAR.NEWS, Makassar - Sanksi berat menanti 12 anggota Polri yang diduga melakukan pelanggaran prosedur dalam kasus penembakan tiga warga di Jalan Barukang, Kelurahan Pattingaloang, Kecamatan Ujung Tanah, Kota Makassar.


Kabid Humas Polda Sulsel Kombes Ibrahim Tompo menyebut, pemberian sanksi tersebut masih menunggu hasil putusan sidang etik. Sidang etik belasan anggota polri itu dijadwalkan digelar pada Kamis, 24 September 2020 pekan ini.


"Macam-macam bisa sampai penahanan, pencopotan jabatan, kemudian mutasi bersifat demosi, kemudian juga penurunan pangkat," ungkap Ibrahim kepada wartawan, Selasa (22/9/2020).


Baca juga: Kondisi Korban Penembakan di Makassar Kian Memburuk, Polisi ke Mana?


Diketahui, ada 16 polisi yang diperiksa dalam kasus ini, empat di antaranya dinyatakan patuh prosedur. Sementara 12 personel dianggap menyalahi prosedur saat bertugas mengamankan lokasi kejadian.


Ibrahim Tompo mengungkapkan, umumnya mereka adalah petugas reserse dari jajaran Polres Pelabuhan Makassar. Selebihnya, bagian dari petugas Polsek Ujung Tanah. Mereka diperiksa oleh Propam Polda Sulsel untuk kelengkapan berkas perkara, selama dua pekan.


"Jadi selama dua minggu ini kita memang secara intensif memeriksa anggota yang bermasalah ini pada saat adanya kejadian (penembakan)," katanya.


Dalam kasus penembakan di Barukang, seorang warga yang terkena tembakan meninggal dunia dan dua lainnya masih menjalani perawatan di rumah masing-masing.


Baca juga: Warga Makassar Tewas Ditembak, Polda Bilang karena Terpaksa



Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Makassar yang menjadi pendamping hukum keluarga korban tewas meminta agar kasus penembakan ini dibawah ke ranah pidana.


"Sebagaimanana yang dimaksud dalam ketentuan Pasal 338 KUHPidana subsidaer 170 KUHPidana juncto 351 juncto Pasal 55 juncto Pasal 56 KUHPidana," ucap pengacara LBH Makassar, Azis Dumpa, saat melaporkan penembakan ini i ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polda Sulsel.


Investigas LBH Makassar juga mengungkapkan, polisi menggunakan senjata api secara berlebihan ketika turun melakukan pengamanan di Barukang hingga melukai tiga warga sipil.


Penulis: Reza Rivaldy/B

 

Flower

 

loading...