Skip to main content

Sidang Kakek Soebeki, Pelapor Kebingungan di Depan Hakim

Kakek Soebeki (88) saat menjalani sidang di PN Makassar, Rabu (16/5/2018).(KABAR.NEWS/Andi Frandi)

 


KABAR.NEWS, Makassar - Majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Makassar akhirnya menggelar sidang lanjutan dalam perkara dugaan pemalsuan surat kepemilikan rumahnya sendiri yang mendakwa kakek Soebeki (88), Rabu (16/5/2018).


Dalam sidang tersebut, majelis hakim memutuskan untuk melanjutkan perkara ini usai membacakan putusan sela yang kemudian dilanjutkan dengan pemeriksaan saksi-saksi. Dua saksi yang dihadirkan pada persidangan kali ini ialah Deni Irawan dan Syamsul Bahri.


Baca Juga: 


Ironisnya, di depan majelis hakim yang diketuai oleh Bambang Nurcahyo, Deni Irawan yang tak lain merupakan pelapor terkesan tidak mengerti alasan dirinya melaporkan terdakwa.


Hal ini menjadi pertanyaan karena secara tidak langsung, Deni Irawan bukanlah orang yang dirugikan atas kepemelikan surat tanah yang dimiliki oleh kakek Soebeki. Melainkan Deni hanyalah menantu dari Ali Arfan, orang yang pernah menggugat perdata lahan Soebeki yang pada akhirnya dimenangkan oleh kakek berusia lanjut ini.


"Saya tidak tahu kenapa pak Ali Arfan dikalahkan pada gugatan perdata. Tapi saya merasa kalau surat yang digunakannya itu suratnya palsu," kata Deni dihadapan Majelis Hakim


Namun saat dicerca untuk menunjukkan bukti pemalsuan surat yang didakwakan kepada kakek Soebeki, Deni tidak bisa menunjukkannya. Bahkan, jaksa penuntut umum (JPU) sempat dibuat kesal karena pernyataan Deni yang tidak konsisten dengan apa yang diucapkannya saat masih diperiksa oleh penyidik Polda Sulsel.


Saksi kedua yang dihadirkan JPU, Syamsul Bahri, juga tidak bisa menjawab konsisten pertanyaan dari penasihat hukum Soebeki. Hal ini membuat kuasa hukum Soebeki, Burhan Kamma Marausa optimistis bahwa tuduhan yang ditujukan kepada ketiga kliennya memang tidak memiliki bukti yang kuat.


"Fakta persidangan tadi, dia (Deni) sama sekali tidak bisa membuktikan apa-apa. Malah kebingungan dia. Ini membuktikan kalau kakek Soebeki memang tidak salah,"ujarnya kepada KABAR.NEWS usai sidang


Sidang pemeriksaan saksi sendiri akan dilanjutkan pada pekan depan. 


"Sidangnya akan kita lanjutkan pada Selasa (22/5/2018) mendatang," kata Bambang diakhiri dengan ketukan palu sidang


Diketahui Kakek Soebeki didakwa kasus pemalsuan surat pernyataan kepemilikan tanahnya seluas 160 meter persegi di Jalan Veteran Utara nomor 318/386, Kelurahan Maradekaya di Kecamatan Makassar. 


Selain Soebeki saksi dalam surat pernyataan tersebut yakni Rudi Dewantoro (Kepala RT), dan Abdul Kadir Jaelani (Kepala RW) juga menjadi terdakwa.


Diketahui kakek Soebeki adalah seorang purnawirawan TNI dengan segudang penghargaan. Bahkan ia juga mendapat penghargaan pahlawan oleh Indonesia yang ditandatangani langsung oleh Presiden RI pertama, Ir Soekarno. 

  • Andi Frandi