Skip to main content

Siap Amankan Pemilu 2019, Polda Sulsel "Pamer" Senjata Api 

Kabid Humas Polda Sulsel bersama Tim Gegana Brimob Polda Sulsel saat memperlihatkan peralatan perang atau alutsista di halaman Mapolda Sulsel.


KABAR.NEWS, Makassar - Kepolisian daerah (Polda) Sulawesi Selatan (Sulsel), memamerkan sejumlah api di halaman Mapolda Sulsel, Jalan Perintis Kemerdekaan, Kecamatan Biringkanaya, Kota Makassar, Selasa (16/4/2019).


Berbagai jenis senjata api dipamerkan atau di perlihatkan ini adalah bentuk kesiapan Polda Sulsel dalam melakukan pengamanan dan mengawal proses pesta demokrasi, pemilihan umum (pemilu) calon legislatif dan presiden, yang akan digelar, 17 April 2019, besok.


Kabid Humas Polda Sulsel, Kombes Pol Dicky Sondani mengatakan, Polda Sulsel telah siap dalam mengantisipasi gangguan Kamtibmas, teror dan ataupun gangguan kejahatan jalanan lainnya dalam proses pesta demokrasi pemilu 2019 besok. 


Selain Tim Gegana Brimob Polda Sulsel, pihaknya juga telah berkoordinasi dengan TNI untuk bersama-sama mengamankan pemilu 2019 agar berjalan dengan lancar.


"Kita perlihatkan hari ini, untuk menekankan bahwa kita (Polda Sulsel) siap mengamankan Pemilu besok," tegas Dicky Sondani, sembari memperlihatkan senjata sniper milik Tim Gegana Brimob Polda Sulsel.


Dia menerangkan, selain kesiapan personel dan senjata api, pihaknya juga menyiapkan kendaraan berupa pesawat helikopter. Hal itu, untuk mempermudah personel menjangkau lokasi yang terjadi konflik atau hal-hal yang tidak diinginkan dalam proses pemilu ini. Dan dengan pesawat helikopter ini, petugas dapat menjangkau seluruh wilayah di Sulawesi Selatan hanya dengan waktu satu jam.


"Kalau ada indikasi kejahatan atau gangguan, maka personel siap bergerak cepat dan kita juga punya helikopter agar cepat menjangkau lokasi jika terjadi konflik," tambahnya.


Dalam kesempatan ini, kata dia, beberapa peralatan atau alutsista yang diperlihatkan seperti peralatan anti teror, penjinak bom dan juga peralatan jika ada serangan menggunakan bahan kimia dan radioaktif. "Ini semua dilaksanakan, untuk para pelaku yang menggangu pemilu," pungkasnya.

 

  • Lodi Aprianto