Skip to main content

Setor LHKPN, Nurdin Abdullah Enggan Beberkan Total Kekayaannya

Setor LHKPN, Nurdin Abdullah Enggan Beberkan Total Kekayaannya
Gubernur Provinsi Sulsel, Nurdin Abdullah saat menghadiri acara sosialisasi pencegahan gratifikasi di Hotel Rinra, Selasa (22/10/2019). (Dok. Hms)

KABAR.NEWS, Makassar - Harta kekayaan Gubernur Provinsi Sulsel, Nurdin Abdullah, telah selesai dilaporkan kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Senin (21/10/2019) kemarin.


Kendati begitu, Nurdin Abdullah enggan membeberkan apakah ada penambahan jumlah dari harta kekayaannya, sejak terakhir dilaporkan pada Pilkada Serentak 2018.


Baca juga: Bukan SYL, Ini Bocoran Tokoh Sulsel yang Jadi Menteri Jokowi Versi NA 

"Itukan sebenarnya evaluasi," kata Nurdin usai menghadiri acara sosialisasi pencegahan gratifikasi di Hotel The Rinra, Jalan Metro Tanjung Bunga Makassar, Selasa (22/10/2019).


Mantan Bupati Kabupaten Bantaeng itu menolak untuk menyebut berapa jumlah kekayaannya saat ini. Meski demikian, berdasar penelusuran KABAR.NEWS, sejak 2018 kekayaannya yang tercatat pada situs LHKPN KPK mencapai Rp53.156.1661.408.


"Hanya itu aja, apakah ada yang bertambah atau berkurang itu tidak disimpulkan," kata Nurdin Abdullah.


Sebagai Gubernur, Nurdin memiliki gaji pokok Rp3 juta. Tapi, berdasarkan Pasal 8 Peraturan Pemerintah Nomor 109 Tahun 2000 tentang Kedudukan Keuangan Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah, Gubernur dan Wakil Gubernur Sulawesi Selatan juga akan mendapatkan biaya operasional.


Jumlahnya cukup besar, untuk tahun 2018 sendiri Gubernur Sulsel mendapatkan Rp489,5 juta, sehingga total pendapatannya selama sebulan Rp496,2 juta.


Punya Banyak Aset

Dilansir dari Money Smart, sebelum terjun ke dunia politik, Nurdin telah memiliki sejumlah aset berupa tanah dan bangunan. Total tanah yang ia miliki mencapai 38 aset tanah di berbagai lokasi, seperti Makassar, Bantaeng, Badung, hingga Kota Tangerang.


Ia juga memiliki beberapa rumah di Makassar, Tangerang, serta Kabupaten Badung. Jumlah aset tersebut bernilai tak kurang dari Rp44 miliar. Untuk asetnya dalam bentuk kendaraan, Nurdin juga disebut memiliki mobil bermerek Toyota Alphard senilai Rp400 juta.


Baca juga: Peringatan Hari Santri Nasional, 3000 Santri Padati Karebosi

Mobil ini memang dikenal sebagai tunggangan favorit para pejabat dan pengusaha Indonesia. Ukurannya yang besar serta interior yang luas juga pas digunakan sebagai mobil keluarga.

 

Mobil lain milik Nurdin Abdullah adalah Honda Oddysey dan Toyota Crown telah dijual beberapa tahun lalu. Selain mobil, Nurdin juga memiliki jet ski dan speed boat yang masing-masing bernilai Rp300 juta dan Rp 150 juta.


Chaidir/CP/B

 

loading...