Setop Konflik, Yasir Machmud Janji Bantu Mahasiswa Luwu dan Bone Berprestasi

Tegaskan orang Bone dan Luwu adalah bersaudara

Setop Konflik, Yasir Machmud Janji Bantu Mahasiswa Luwu dan Bone Berprestasi
Tokoh Pemuda Kabupaten Bone, Yasir Machmud. (IST)












KABAR.NEWS, Makassar - Tokoh Pemuda Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan, Yasir Machmud meminta konflik mahasiswa bernuansa kedaerahan di Kota Makassar, tidak lagi dibesar-besarkan.


Yasir meminta, isu kedaerahan jangan dibesar-besarkan tanpa ada fakta mengenai duduk perkara sebenarnya yang melatar belakangi konflik mahasiswa tersebut.


"Apalagi berita tersebut diikutkan dengan info akan ada sweeping dan razia kendaraan berpelat kode Bone atau Luwu. Bone dan Luwu dalam lintas sejarah bangsa ini adalah 2 kerajaan besar yang cukup disegani di masa penjajahan dulu. Sejarah di balik eksistensi keduanya juga terjalin dengan baik selama ini," kata Yasir dalam keterangan tertulisnya, Selasa (30/11/2021).


Menurut Yasir yang juga Direktur Utama Perseroda Sulsel, orang Bone dan Luwu berdamai dan menyatu sejak dahulu kala, bahkan pernah berikrar untuk menyatakan persaudaraan dan kutukan bagi yang melanggar perjanjian tersebut.


Menurut mantan penasihat organisasi kedaerahan Kabupaten Bone ini, peristiwa yang terjadi pada Minggu diharapkan tak direspons berlebihan oleh masyarakat. 


"Jangan sampai terprovokasi dengan isu yang berkembang. Apalagi, masalah ini sudah ditangani aparat kepolisian dan upaya perdamaian sudah dilakukan," harap Yasir.


Janji Bantu yang Berprestasi dan Kedepankan Adu Gagasan


Ketimbang terlibat konflik yang tidak bermutu, Yasir meminta mahasiswa dan pemuda dan mahasiswa memaksimalkan fungsi moral force dan agent of change-nya di tengah-tengah masyarakat. 


Dia menegaskan, mempertontonkan perkelahian antar kelompok mahasiswa apalagi membawa nama daerah adalah perilaku yang menyesatkan dan akan merugikan nama daerah.


Selaku penasehat Lamakkawa atau senjata pusaka Kerajaan Bone, Yasir Machmud berpesan kepada mahasiswa untuk lebih banyak belajar dan mengisi waktunya dengan kegiatan yang positif.


"Bahkan kalau ada person atau komunitas yang berprestasi, saya siap membantu untuk mengarahkannya untuk menjadi berguna bagi orang banyak," janji Yasir.


Yasir menekankan, orang tua banting tulang di kampung untuk membiayai kuliah dan hidup anaknya yang kuliah di Makassar. Kata Yasir, tentu mereka mengharapkan anaknya tidak terlibat dalam perkelahian dan perang fisik yang akan melukai dirinya dan hati orang tua. 


"Perang ide dan gagasan dalam merefleksikan personality dan organisasi adalah jalan terbaik, dan orang tua akan terharu bangga serta senang mendengar anaknya yang meninggalkan kampung halaman untuk belajar di Makassar menjadi cerita baik di kampungnya. Mariki sama-sama jaga nama kampung halamanta dengan prestasi dan tetap menjaga kondusifitas Kota Makassar," tandas Yasir.