Setelah Torut, Eva Stevany Rataba Bantu 3 Ribu Pelajar di Tator

Program Indonesia Pintar

Setelah Torut, Eva Stevany Rataba Bantu 3 Ribu Pelajar di Tator
Penyerahan bantuan PIP secar simbolis Eva Stevany Rataba (kiri) kepada Theofilus Allorerung, di Rujab Bupati Tator, Makale, Senin (2/8/2021).(KABAR.NEWS/Febriani)






KABAR.NEWS, Makale - Sebanyak 3.763 pelajar di Kabupaten Tana Toraja (Tator), Sulawesi Selatan, menerima bantuan beasiswa Program Indonesia Pintar (PIP) yang diaspirasikan Anggota DPR RI, Eva Stevany Rataba.

Penyerahan bantuan PIP dilakukan oleh Eva Rataba secara simbolis kepada Bupati Tator, Theofilus Allorerung di Rumah Jabatan (Rujab) Bupati Tator, Makale, Senin (2/8/2021). Legislator Fraksi NasDem itu mengatakan, bantuan PIP merupakan gabungan pelajar SD, SMP dan SMA.


"Penerima PIP di Tana Toraja berjumlah 3.763, dengan rincian SK penerima 694 siswa dan SK nominasi 3.069 siswa," ungkap Eva.


Ia menjelaskan, bahwa SK pemberian merupakan SK bagi siswa yang telah memiliki rekening di bank. Sedangkan SK nominasi, merupakan siswa yang harus membuat atau mengaktifkan rekening di bank. 


Menurut Eva, sebelumnya data pelajar dari Tator yang diusulkan sebanyak 5.172 siswa. Namun dari jumlah itu, 1.409 diantaranya direject alias ditolak. 


"Yang diusulkan 5 ribu lebih, namun 1.409 diantaranya direject, ini karena data dapodik dan NIK siswa bermasalah. Dengan kejadian ini kita berharap agar para kepala sekolah senantiasa mengupdate data dapodik, karena ini menjadi acuan untuk pengusulan bantuan PIP. Meski begitu, data siswa yang gagal di tahun ini masih bisa diusulkan kembali untuk fase berikutnya." Harap Eva.


Sementara Bupati Tator, Theofilus Allorerung mengapresiasi bantuan beasiswa tersebut. Hal ini menurut Theofilus untuk mendukung dunia pendidikan di Tana Toraja. Khususnya saat ini dalam situasi pandemi Covid-19. 


"Terima kasih ibu Eva, kita sangat apresiasi terutama saat ini dalam rangka penerapan PPKM di Tana Toraja, dengan mendapat bantuan ini imun siswa pasti akan naik," ungkap Theofilus. 


Theofilus yang juga mantan Kepala Inspektorat Sulsel itu berharap, agar siswa yang datanya ditolak segera diperbaiki. Dan bagi siswa yang menerima SK nominasi agar segera mengaktifkan rekeningnya di bank.


Penulis: Febriani/B