Setahun Berlalu, Pelaku Penembak Bos Coto di Gowa Masih Berkeliaran

- Dua kapolda belum mampu menangkap penembak Daeng Liwang

Setahun Berlalu, Pelaku Penembak Bos Coto di Gowa Masih Berkeliaran
Ilustrasi penembakan. (Pixabay)






KABAR.NEWS, Makassar - Polisi belum dapat menangkap terduga pelaku penembakan yang menewaskan bos warung Coto, Dahlan Daeng Liwang, di Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan. Pelakunya masih berkeliaran pasca kejadian setahun penembakan tersebut.


Pergantian Kapolres Gowa dan Kapolda Sulsel, juga tak mampu mengusut siapa otak penembakan Dahlan yang ditemukan tewas bersimbah darah di Jalan Inspeksi kanal, tepatnya di samping perumahan Citra Land Celebes, Gowa Kamis, 19 Desember 2019.


Kapolda Sulsel Irjen Pol Merdisyam mengaku kasus tersebut sulit terungkap, karena alasan sejumlah alat bukti yang mengarah ke terduga pelaku minim. 


Padahal, polisi telah mengantongi rekaman CCTV, keterangan sejumlah saksi. Petunjuk tersebut dianggap belum maksimal lantaran tak ada satupun orang yang melihat insiden berdarah pada subun dini hari itu.


"Semua memang minim petunjuk tetapi ini tidak berarti dihentikan penyelidikannya karena dalam konteks pengungkapan kasus, memang ada beberapa hal permasalahan kendala yang dihadapi. Tidak adanya saksi yang melihat kejadian itu," kata Merdisyam di hadapan wartawan di Aula kantor Ditpolairud Polda Sulsel, Makassar, belum lama ini.

Kapolda Sulsel Irjen Pol Merdisyam. (KABAR.NEWS/Irvan Abdullah)


Dahlan Daeng Liwang yang diketahui tewas akibat tertembak senjata api. Hal tersebut diketahui berdasarkan hasil Laboratorium Forensik Mabes Polri Cabang Makassar. Proyektil peluru tajam menembus punggung pria 52 tahun itu.


Lanjut Merdisyam, perkara tersebut menjadi atensi pihaknya. Tim gabungan dari Polres Gowa dan Polda Sulsel dibentuk untuk mengungkap tabir kematian warga BTN Minasa Upa, Kecamatan Rappocini, Kota Makassar itu.


Sementara, Anggota Tim Kuasa Hukum korban, Syamsumarlin, beranggapan hasil laboratorium forensik seharusnya bisa menjadi petunjuk polisi untuk menelusuri siapa pemilik senjata api yang menewaskan Daeng Liwang.


"Apakah kemudian digunakan oleh kelompok preman atau institusi? Kemudian juga ada banyak saksi yang diperiksa terkait perkara itu. Karena ini akan jadi momok menakutkan bagi keluarga korban dimana pelakunya diduga bersenjata api. Tentunya juga bakal meresahkan masyarakat," ungkapnya saat di konfirmasi, Jumat (1/1/2021).


Syamsumarlin menyarankan Polda Sulsel dan Polres Gowa meminta bantuan ke Mabes Polri, jika kasus itu dianggap sangat sulit diungkap. Ia menyebut kasus atensi itu progresnya mandek.


"Karena ini akan jadi catatan buruk jika Polres Gowa dan Polda Sulsel tidak bisa mengungkap kasus dugaan pembunuhan ini, harapannya seperti itu. Karena ini tugas Polri untuk memberikan keamanan dan kenyamanan di tengah masyarakat. Dengan jangka waktu yang lama belum terungkap," ucap Syamsumarlin.


Siapa Dicurigai Penembak Daeng Liwang?

Anjing pelacak diturunkan ke lokasi tewasnya Dahlan Daeng Liwang di Kabupaten Gowa.

Setahun penyelidikan kasus kematian Dahlan Daeng Liwang, polisi sudah memeriksa sejumlah saksi, mulai dari pihak keluarga hingga teman - teman dekatnya.


Kasat Reskrim Polres Gowa, AKP Jufri Natsir mengatakan setahun kasus ini bergulir hasilnya belum menggembirakan, meski pihaknya sudah beberapa kali gelar perkara dan olah TKP.


"Kalau orang dicurigai ada. Cuman bukti yang mengarah ke yang bersangkutan, itu yang kita belum punya. Terkait hasil autopsi memang peluru tajam, tapi dari mana dan siapa yang punya apakah anggota atau sipil kita masih lidik. Kalibernya saya lupa," kata Jufri.


Terkait CCTV, kata Jufri, masih belum maksimal. Ada pengendara yang dicurigai namun ketika gambarnya diperbesar, pelat nomor polisi kendaraan itu tidak jelas. "Susah dikenali. Jadi nihil itu (CCTV). Tapi tidak menutup kemungkinan perkembangan penyelidikan bisa mengungkap itu," ungkapnya.


Mantan Kasat Reskrim Polres Takalar ini juga rencananya bakal melakukan koordinasi dengan Mabes Polri, namun pihaknya sementara masih memaksimalkan sarana dan prasarana, serta kemampuan anggotanya.


"Tapi kan sejauh ini belum ada. Kita masih upayakan pencarian dan pendalaman dari (bukti) yang ada. Memang kita belum koordinasi ke sana (Bareskrim). Kalau ada petunjuk harus di sana baru bisa diungkap yah pasti kita lakukan itu. Tetap kita (Polres Gowa) yang tangani, tetap ada back up dari polda," pungkasnya.

Proses pemulangan jenazah Dahlan Daeng Liwang dari RS Bhayangkara Makassar.


Jasad Daeng Liwang pertama kali ditemukan oleh warga dalam posisi terlentang bersimbah darah, di Jalan Inspeksi Kanal, tepatnya  disamping perumahan elite Citra Land, Kabupaten Gowa, pada Kamis (19/12/2020) lalu, sekira pukul 05:30 Wita.


Dari hasil pemeriksaan polisi di Tempat Kejadian Perkara (TKP), menemukan sejumlah barang berharga milik Daeng Liwang yakni uang tunai, serta kendaraan sepeda motor miliknya.


Awalnya, pihak Kepolisian Resor (Polres) Gowa menyebut Liwang tewas akibat luka terbuka pada perut sebelah kiri dan pinggang bagian sebelah kanannya.


Sehari setelah jasad Daeng Liwang ditemukan, polisi menerjunkan Tim Penjinak Bom (Jibom) Brimob Polda Sulsel dan Unit K9 (anjing pelacak) ke TKP untuk mencari beberapa barang bukti. Selama tiga jam lamanya menyisir lokasi, polisi tak menemukan apa-apa.


Anak Almarhum Daeng Liwang, Hasda (27) mengungkapkan, setiap mempertanyakan perkembangan kasus kematian sang ayah, dia tak mendapat penjelasan yang memuaskan.


Hasda, anak pertama dari lima bersaudara ini menjelaskan, luka yang diduga penyebab kematian sang ayah merupakan luka tembak bukan luka tusukan benda tajam.


"Setahu saya luka bapak ku luka tembak. Info saya dapat dari kepolisian dia bilang luka tembak. Lambat sekali ini ditangani, karena polisi bilang berdoa maki saja 1x24 jam ditahumi pelakunya karena dia katanya berusaha semaksimal mungkin bahkan Densus, Jibob diturunkan," ujar Hasda saat ditemui KABAR.NEWS, dikediamannya, Kamis (26/12/2019).


Hingga berita ini ditayangkan, pelaku penembakan Dahlan Daeng Liwang masih berkeliaran. Polisi harus menangkap otak pembunuhan ini untuk memberi rasa keadilan bagi keluarga yang ditinggal.


Penulis: Reza Rivaldy/A