Skip to main content

Serukan Bahaya Hoaks, Bawaslu Takalar: Bisa Memicu Konflik

Bawaslu Takalar
Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Takalar Ibrahim Salim, Senin (18/3/2019). 


KABAR.NEWS, Takalar - Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Takalar, Ibrahim Salim ikut bersuara menyikapi maraknya berita bohong atau hoaks menjelang pemilihan umum (Pemilu), khususnya di media sosial. Menurutnya isu bohong atau hoaks adalah salah satu fokus pengawasan Bawaslu.

 

"Isu bohong atau hoaks merupakan salah satu konsen pengawasan kami di Bawaslu," kata Ibrahim Salim kepada awak media, Senin (18/3/2019). 


Baca Juga:


Menurut Ibrahim, isu ini sangat berbahaya karena dapat memicu terjadinya konflik baik sesama peserta Pemilu maupun masyarakat secara umum.


"Hoaks dapat memicu konflik. Baik antara para peserta Pemilu atau pun antar masyarakat. Yang menyebarkan berita bohong dengan tujuan menghasut dan mengadu domba jelas dilarang dalam UU Nomor 7 Tahun 2019 pasal 280 ayat 1, serta diancam hukuman penjara 2 Tahun dan denda 24 juta," jelas Ibrahim.


Ibrahim Salim berharap masyarakat melakukan verifikasi ke sumber informasi terpercaya sebelum menyebarnya. 


"Kami berharap isu-isu yang tidak jelas sumbernya jangan cepat dipercaya," lanjut Ibrahim.


"Jika pun kita mengetahui adanya informasi bohong terkait Pemilu silahkan lapor ke Bawaslu atau ke Kepolisian. Jangan mudah terhasut," tutupnya.

  • Abdul Kadir 

 

loading...