Sepekan Pasca Gempa Sulbar Menyisakan Trauma Tinggal di Rumah

Warga memilih bertahan di pengungsian karena masih terjadi gempa susulan.

Sepekan Pasca Gempa Sulbar Menyisakan Trauma Tinggal di Rumah
Tenda pengungsian gempa Sulbar di depan Stadion Manakarra, Mamuju, Sulbar. (Foto: KABAR.NEWS/Darsil Yahya)






KABAR.NEWS, Mamuju -  Satu minggu pasca gempa berkekuatan magnitudo 6,2 di Majene, para pengungsi masih takut untuk kembali ke rumah. Mereka memilih bertahan di tenda pengungsian karena masih trauma. 

Seorang pengungsi, Krisnawati SR (24), warga asal Jalan Atiek Sutedja ini mengaku masih trauma untuk kembali ke rumahnya. Ia memilih bertahan di tenda pengungsian yang ada di belakang Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Mamuju. 

"Masih trauma. Apalagi masih ada gempa susulan," ujarnya kepada KABAR.NEWS, Jumat (22/1/2021). 

Krisnawati mengaku dirinya sempat kembali ke rumahnya, hanya saja pada saat itu hanya untuk mengambil pakaian dan bahan makanan untuk dibawa ke tenda pengungsian. Ia mengaku berada dipegungsian bersama 4 KK terdiri 18 orang dewasa dan 1 bayi. 

"Sampai sekarang tiap pagi balik ke rumah untuk bersih-bersih. Menjelang malam balik lagi kepengusian, belum berani nginap dirumah. Kadang suka parno sendiri kalau dalam rumah, selalu merasa ada goyangan gempa padahal tidak," ucapnya. 

Selain itu, pantaun KABAR.NEWS di posko induk Stadion Manakarra, Jumat (22/1/2021) pengungsi masih bertahan di tenda-tenda pengungsian. Meski jumlahnya tak sebanyak saat Presiden Joko Widodo hadir mengunjungi mereka pada Selasa (19/1/2021). 

Direktur Rumah Sakit Regional Sulbar dr.Indahwati Nursyamsi mengatakan pihaknya terus menerima pasien gempa hingga saat ini. Meskipun beberapa pasien harus ditempatkan di tenda-tenda yang dibangun pihak rumah sakit karena beberapa pasien takut ditempatkan dalam ruangan rumah sakit.

"Kita menerima pasien-pasien korban gempa. rumah sakit yang tidak rubuh rumah sakit ini dan RS Bhayangkara," terangnya.

"Tenda ini kita pakai untuk sebagai ruang-ruang perawatan karena setelah gempa kemarin pasien tidak mau lagi ditempatkan di dalam ruangan karena takut," lanjutnya.

Dikatakan juga, Rumah Sakit Regional Sulbar kedatangan beberapa dokter dari luar Sulbar Seperti dari Jawa dan Makassar untuk membantu para korban gempa Sulbar. Ia mengaku sejak kemarin pihaknya telah menerima pasien sebanyak 200 orang.

"Hingga kemarin yang saya ketahui pasein yang masuk sekitar 200 orang," tandasnya. 

Penulis : Darsil Yahya/A