Sepanjang 2020, DP3A Makassar Gagalkan 50 Pernikahan Dini

Hamil duluan harus ada USG

Sepanjang 2020, DP3A Makassar Gagalkan 50 Pernikahan Dini
Ilustrasi. (KABAR.NEWS/Irvan Abdullah)






KABAR.NEWS, Makassar - Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kota Makassar, Sulsel, mengklaim menggagalkan 50 kasus pernikahan dini selama tahun 2020.


Penolakan berbagai berbagai kasus pernikahan dini disebabkan karena pasangan yang akan menikah masih berusia di bawah 19 tahun.


"Ada 100 lebih pengajuan nikah dini yang kami terima sampai awal Desember 2020. Itu hanya 50 kami beri rekomendasi," kata Kepala DP3A Kota Makassar Tenri A Palallo,  saat dihubungi, Rabu (2/12/2020).


Menurut Tenri, DP3A hanya memberi rekomendasi untuk melangsungkan pernikahan lantaran alasan mendesak. Sementara, jika alasan hamil di luar nikah, harus melampirkan dokumen USG dari layanan kesehatan.


"Kalau hamil terpaksa kami berikan rekomendasi. Tapi itu harus dilampirkan juga bukti USG nya," paparnya.


Ia juga menekankan penghulu atau Imam pernikahan di kantor urusan agama dilarang menikahkan anak di bawah usia 19 tahun jika tidak ada rekomendasi dari pemerintah. Bahkan jika terjadi unsur pemaksaan, ancamannya bisa pidana dan kurungan penjara.


"Tidak boleh anak dinikahkan tampa rekomendasi. Aturannya ada di undang-undang. Bisa dipidana itu," tukasnya.


Pihaknya juga intens melakukan edukasi agar mencegah pernikahan anak dengan melakukan edukasi melalui shelter warga. Selain itu juga menekankan peran keluarga dalam membuka wawasan anak terkait dampak buruk menikah dini.


“Keluarga harus punya peran penting. Nikah dini juga berdampak terhadap masalah stunting anaknya nanti," tandasnya.


Penulis: Fitria Nugrah Madani/B