Skip to main content

Sepakat dengan PAN, PKS 'Cemburu' Jika NA Ketua Tim Jokowi - Ma'ruf di Sulsel

a

 

Gubernur Sulsel terpilih Nurdin Abdullah (kiri) berbincang dengan Presiden Jokowi saat pertemuan APKASI di Istana Merdeka Jakarta beberapa waktu lalu. (IST/Instagram)

KABAR.NEWS, Makassar - DPW Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) sepakat jika Gubernur Sulsel terpilih Prof Nurdin Abdullah (NA) tidak menjadi ketua tim pemenangan salah satu calon presiden   di Pilpres 2019.

Baca Juga:

Sekretaris DPW PKS Sulsel Imam Rohani menjelaskan, bahwa pihaknya sepakat dengan Partai Amanat Nasional (PAN) yang sebelumnya mengkritik usulan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Sulsel agar NA menjadi ketua tim pemenangan Joko Widodo - Ma'ruf Amin di Sulsel.

"Kami (PKS), sebagai Partai pengusung Prof Andalan, sependapat dengan PAN. Agar Prof Nurdin bersikap netral, tidak menjadi ketua tim capres mana pun," kata Imam Rohani kepada KABAR.NEWS, via telepone, Kamis (16/8/2018).

Imam berpendapat, seyogyanya NA dan Andi Sudirman Sulaiman fokus ke tugas utamanya sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Sulsel nantinya.  

 

gg

 

Dia menilai wajar apabila ada kecemburuan di antara partai koalisi pengusung Prof Andalan di Pilgub Sulsel, apabila NA menjadi ketua tim pemenangan Jokowi - Ma'ruf di Sulsel.

"Wajar saja cemburu," kata Imam. Sebelumnya Wakil Ketua DPW PAN Andi Darwis Duddu mengkritik keras statement pimpinan DPD PDI Perjuangan Sulsel yang berharap agar Nurdin Abdullah menjadi ketua tim pemenangan Jokowi - Ma'ruf di Sulsel.

"Tidak ada alasan membenarkan, kalau alasanya PDIP pengusung Prof Andalan di pilgub. PAN juga dan PKS partai pengusung. Jangan seenaknya dong mengusulkan,”ujar Andi Darwis Duddu saat ditemui KABAR.NEWS, di bilangan Topaz Raya Panakkukang Makassar, Kamis (16/8/2018).

Diketahui di Pilgub Sulsel 2018 lalu Nurdin Abdullah - Andi Sudirman Sulaiman diusung PAN, PDIP dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Sementara di Pilpres 2019, PAN dan PKS mengusung Prabowo Subianto - Sandiaga Uno.


 



loading...