Skip to main content

Seorang Warga Palestina Tolak Pembelian Rumah Rp1,4 Triliun dari Israel

Warga Palestina Tolak Tawaran Pembelian Rumah Rp1,4 Triliun dari Israel
Tentara Israel di Tepi Barat saat menutup sebuah rumah warga setempat. (Middle East Monitor)

KABAR.NEWS, Palestina - Seorang warga Palestina, Abdul Raouf Al-Mohtaseb yang bermukim di Kota Hebron, Tepi Barat, menolak mentah-mentah tawaran warga Israel senilai 100 juta dollar AS yang ingin membeli rumah dan toko miliknya.


Baca juga: Setelah Brexit Ditolak, PM Inggris Mencoba Rayu Pimpinan Parpol

Tawaran $ 100 juta atau setara Rp1,4 triliun dari Israel ditolak Al-Mohtaseb untuk rumah dan toko miliknya yang terletak di pusat lingkungan lama Al-Sahla.


Menurut laporan Arabi 21, Jumat (18/1/2019) yang dilansir Middle East Monitor, bahwa rumah dan toko Al-Mohtaseb yang dibanderol  warga pemukim asal Israel senilai Rp1,4 triliun berada di depan Masjid Ibrahimi.


"Saya menolak $ 100 juta," kata Al-Mohtaseb, dikutip KABAR.NEWS, Sabtu (19/1/2019). "Saya akan menolak semua uang di bumi. Saya tidak akan mengkhianati tanah saya atau rakyat saya. Uang boleh-boleh saja, tetapi hanya jika uang yang bersih," tegas Al-Mohtaseb.


Al-Mohtaseb dalam sebuah wawancara dengan TV Al-Mayadeen mengatakan, awalnya pemerintah Israel menawar rumah dan tokonya senilai $  6 juta atau setara Rp86 juta, sebelum naik menjadi $ 40 juta dan akhirnya mencapai $ 100 juta. 


Namun dia menekankan bahwa tidak akan mengubah sikap perihal tawaran tersebut dan akan tetap menjadi penjaga Masjid Ibrahimi. Kata Al- Mohtaseb, warga Israel yang telah bermukim di Kota Hebron juga ditawarkan pindah ke Kanada dan Australia, tapi tawaran tersebut juga  ditolak.


Al-Mohtaseb menegaskan bahwa semakin tinggi tawaran yang datang dari warga Israel untuk membeli rumah mereka, maka tinggi pula  kecintaan dirinya terhadap Palestina.


"Saya menghabiskan masa kecil saya di sini, tetapi saya telah kehilangan cucu," kenang Al-Mohtaseb. 


Baca juga: Serangan Kelompok Al-Shabab di Kenya Tewaskan 14 Orang

Dia mengatakan bahwa seorang pemukim Israel bernama Boaz pernah datang kepadanya dan menawarinya $ 30 juta untuk rumahnya. Dia  mengatakan bahwa dia membawa Boaz ke rumahnya dan menunjuk ke batu bata, bertanya kepadanya.


"Untuk batu bata manakah Anda akan membayar $ 30 juta?" Boaz menjawab: "Saya ingin membeli seluruh rumah." Al-Mohtaseb menjawab "30 juta tidak cukup untuk satu bata saja," kenang warga Palestina ini.

 

loading...