Semrawut, 5 Pasar Tradisional Makassar Segera Direvitalisasi

Lima pasar tradisional di Kota Makassar bakal direvitalisasi. Kelima pasar tersebut yakni Pasar Kampung Baru, Pasar Terong, Pasar Pannampu, Pasar Parangtambung, dan Pasar Cendrawasih. 

Semrawut, 5 Pasar Tradisional Makassar Segera Direvitalisasi
Kondisi Pasar Terong.(Kabarnews/ Irvan Abdullah)






KABAR.NEWS, MAKASSAR - Lima pasar tradisional di Kota Makassar bakal direvitalisasi. Kelima pasar tersebut yakni Pasar Kampung Baru, Pasar Terong, Pasar Pannampu, Pasar Parangtambung, dan Pasar Cendrawasih. 

Revitalisasi ini dilakukan sebab aktivitas jual beli di pasar tradisional tersebut dinilai mengganggu arus lalu lintas dan merusak keindahan kota. Olehnya itu, Dirut PD Pasar Makassar Raya, Basdir mengaku jika pihaknya akan menertibkan pedagang yang berjualan di luar area pasar. 

Namun, kata dia, terlebih dahulu harus ada revitalisasi sebelum memasukkan pedagang ke area pasar untuk kembali berjualan."Jadi sebelum kita pindahkan harus respresentatif dulu tempatnya. Makanya kita perbaiki dulu baru kita pindahkan masuk ke dalam," kata Basdir saat dihubungi, Minggu (25/10/2020).

Seperti yang terjadi di Pasar Terong, sebut Basdir, cukup merisaukan. Terpantau aktivitas jual beli berada di luar pasar dan mengganggu arus lalu lintas. Revitalisasi pun mulai berproses. Bahkan, Pasar Terong sudah memiliki desain sendiri.

"Pasar Terong kita sudah planning gambarnya bagus-bagus. Jadi pedagang di sepanjang Jalan Terong dan Jalan Sawi itu kita mau masukkan ke dalam. Target kita itu tahun depan sudah ada jalan," sebutnya.

Sementara, Pj Wali Kota Makassar, Rudy Djamaluddin sebelumnya menyoroti kondisi sejumlah pasar tradisional. Ia juga telah menginstruksikan agar jajaran Direksi melakukan pembenahan.

Rudy berharap agar tak ada lagi pedagang yang berjualan di tepi jalan. Terlebih, kata dia, pasar yang penataannya semrawut menjadi biang kemacetan. 

"Kalau sudah dilihat ada satu atau dua pedagang yang berjualan segera tindaki dan diarahkan untuk berjualan di dalam pasar agar pedagang lain tidak ikut-ikutan berjualan di tepi jalan," imbuh Rudy.

Rudy mengatakan, selain penataan kondisi yang semrawut, bangunan pasar juga harus ikut diperhatikan. Hal ini agar fasilitas pasar tak dibiarkan terbengkalai dan harus segera dibenahi. 

"Ada beberapa pasar yang sudah terlihat kumuh dan struktur bangunan yang sudah tua. Tidak layak digunakan untuk berjualan dan itu harus diperhatikan," pungkasnya.


Penulis: Fitria Nugrah Madani/B