Selama Pandemi Covid-19, Wisata Bantimurung Kehilangan Pendapatan Hingga Rp6 Miliar

pengunjung hanya maksimal 3000 orang

Selama Pandemi Covid-19, Wisata Bantimurung Kehilangan Pendapatan Hingga Rp6 Miliar
Wisata alam Bantimurung tampak sepi pengunjung (KABAR.NEWS/Fahrul)






KABAR.NEWS, MAROS - Sektor pariwisata merupakan salah satu sektor andalan pemasukan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Maros. Meski begitu selama Pandemi Covid-19 pemasukan PAD dari sektor ini mengalami penurunan drastis. 

Hal itu diakibatkan beberapa objek wisata utama di Kabupaten Maros sempat ditututup akibat wabah Corona pada 2020 lalu. Meski saat ini telah dibuka namun pembatasan pengunjung harus diberlakukan demi meminimalisir kemungkinan penyebaran Covid. 

"Contohnya Wisata alam Bantimurung, beberapa kali pernah kami tutup, baik karena Covid, dan juga cuaca buruk akhir-akhir ini. Meskipun kami telah buka kami membatasi pengunjung hanya maksimal 3000 orang," ungkap Kepala Bilang Pariwisata Disbudpar Maros Yusriadi Arief,  Minggu (28/2/2021).

Ditambahkan Yusriadi, tak hanya pembatasan pengunjung, penerapan protokol kesehatan juga sangat diterapkan secara ketat di setiap objek wisata alam Kabupaten Maros utamanya wisata alam Air Terjun Bantimurung. 

"Seperti wajib memggunkan masker, mencuci tangan sebelum masuk, menjaga jarak, dan melarang pengunjung yang sedang influenza atau sakit untuk masuk," tambahnya. 

Kepala Dinas Kebudayan dan Pariwisata (Disbudpar) Maros Ferdiansyah mengatakan, selama masa pandemi, PAD dari kawasan Bantimurung selama pandemi Covid-19 turun hingga 70 persen. 

"Selama pandemi ini turun 70 persen, atau kita kehikangan sekitar 6 miliar," pungkasnya. 

Untuk diketahui, PAD Kabuapten Maros dari wisata alam Bantimurung selama 2019 mencapai angka Rp9,7 miliar. 

Penulis: Fahrul/A