Selain Bom Bunuh Diri di Katedral, Ini Aksi Teror Bom yang Mangguncang Makassar

rangkum deretan insiden ledakan bom

Selain Bom Bunuh Diri di Katedral, Ini Aksi Teror Bom yang Mangguncang Makassar
Pengamanan pasca bom bunuh diri di depan Gereje Katedral Makassar, Minggu (23/3/2021). (Kabar.news/Irvan)






KABAR.NEWS, Makassar - Kota Makassar, Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) kembali dikagetkan dengan aksi teror bom di di depan Gereja Katedral Jalan Kajaolalido, pada Minggu (28/3/2021). Dugaan sementera, insiden yang diduga kuat aksi bom bunuh diri itu dilakukan satu orang.

Boleh dikata, peristiwa ledakan bom di Makassar ini bukan kali ini terjadi. Pada tahun 2001 insiden teror ledakan juga terjadi yang mengakibatkan sejumlah orang luka dan tewas. KABAR.NEWS mencoba merangkum deretan insiden ledakan bom di Sulsel.

Ledakan Bom KFC Panakkukang, Tahun 2001
Sebuah bom meledak di restoran Kentucky Fried Chicken (KFC) yang berada di Komplek Panakukang Mas, Jalan Pengayoman, Makassar, pada Jumat, 12 Oktober 2001 dini hari. Bom yang berada di KFC Pengayoman merupakan bom rakitan yang dilengkapi penunjuk waktu. 

Asi teror bom ini mengakibatkan kaca, langit-langit, dan neon sign KFC pecah. Tidak ada korban jiwa.  

Ledakan Bom McDonald's di MaRI Makassar, Tahun 2002 
Peristiwa ledakan bom di restoran McDonald's (McD) Makassar tepatnya di Mal Ratu Indah pada 5 Desember 2002, sekitar pukul 18:50 WITA.

Ledakan ini berasal dari bom rakitan yang dibungkus wadah pelat baja meledak saat puluhan pengunjung memadati tempat itu untuk buka puasa dan makan malam. Sebelum ledakan yang terjadi pada malam takbiran Idul Fitri itu, salah satu karyawan McD mendapat pesan SMS bernada ancaman bom. Namun dianggap hanya iseng saja.

Ada tiga orang korban tewas dan 11 orang luka dalam insiden ledakan tersebut. Para korban tewas yakni satu orang merupakan satpam restoran cepat saji itu, satu orang pengunjung dan korban yang ditemukan di kamar mandi.  

Ledakan Bom Showroom Mobil NV Haji Kalla 
Beberapa menit setelah ledakan di restoran waralaba McDonald's (McD) Makassar yang berada di kompleks Mall Ratu Indah (MaRI), ledakan kembali terjadi di Showroom Mobil NV Haji Kalla di Jalan Urip Sumoharjo, dekat gedung DPRD Sulsel, pada 5 Desember 2002.

Ledakan Bom di Kota Palopo, Tahun 2004
Ledakan bom terjadi di Palopo, Sulsel pada 10 Januari 2004 pukul 10:30 Wita. Bom rakitan yang diletakkan di bawah meja nomor 11 cafe karaoke di Sampodo, meladak. Dalam insiden ini empat orang meninggal dan tiga orang lainnya luka akibat ledakan itu. Pelakunya, Jasmin bin Kasau, berhasil ditangkap. Ia dijatuhi hukuman 20 tahun penjara, tetapi kemudian berhasil melarikan diri. Namun pelaku Jasmin alias Yammin kembali berhasil tangkap Minggu (1/2/2004).

Teror Bom Molotov di Tiga Gereja, Tahun 2013
Gereja di Makassar menjadi sasaran aksi teror pada 14 Februaru 2013. Ada tiga gereja dilempari bom molotov oleh orang tak dikenal sekitar 04.15 Wita dini hari hingga pukul 07.00 Wita pagi. Masing-masing Gereja Toraja Jemaat Pettarani yang berada di Jalan AP Pettarani II, Kecamatan Panakkukang. Kemudian Gereja Kristen Indonesia (GKI) di Jalan Samiun, Kecamatan Ujungpandang dan Gereja Toraja Jemaat Tallo yang berada di Jalan Gatot Subroto No.26, Kecamatan Tallo, Kota Makassar. 

Gereja Toraja Jemaat Panakkukang tak mengalami kerusakan yang berarti. Sementara di GKI Sulsel mengalami kerusakan pada kaca jendela depan gereja dan kusen jendela ikut terbakar. Terakhir, Gereja Toraja di Jalan Gatot Subroto mengalami kerusakan pada pintu masuk dan meja hangus. Insiden terjadi pada pukul 07.00 Wita.   

Ledakan Bom Bunuh Diri di Gereja Katedral, Tahun 2021
Ledakan bom bunuh diri terjadi di depan Gereja Katedral Jalan Kajaolalido, Makassar, Minggu 28 Maret 2021, sekitar pukul 10.30 Wita.Dalam insiden ini, pelaku pengeboman merupakan diduga seorang laki-laki. Pelaku tewas seketika dengan bagian tubuh hancur terpisah.

Akibat insiden ini, tercatat sebanyak 20 orang mengalami luka-luka. Korban mengalami luka di bagian leher, dada, muka, tangan, dan kaki.

Hingga saat ini pihak kepolisian bersenjata lengkap dan masih  melakukan di lokasi ledakan dan melakukan pendalaman dan olah TKP.

Penulis : Darsil Yahya/A