Sekuriti RSUD Jeneponto Bersikap Arogan: Memaki dan Usir Penjaga Pasien

- Direktur janji lakukan evaluasi

Sekuriti RSUD Jeneponto Bersikap Arogan: Memaki dan Usir Penjaga Pasien
RSUD Lanto Daeng Pasewang Jeneponto. (KABAR.NEWS/Akbar Razak)

KABAR.NEWS, Jeneponto - Sikap arogan ditunjukkan oleh salah satu oknum security atau satpam di Rumah Sakit Lanto Daeng Pasewang (RSUD) Jeneponto, Sulsel, terhadap seorang penjaga pasien. 


Kejadian itu dialami oleh Asri. Perempuan 34 tahun tersebut mendapat tindakan arogan dari satpam dan diusir keluar dari RSUD Jeneponto saat hendak menjaga keluarganya pada Jumat (23/10/2020).


Tak hanya mengusir penjaga pasien, sekuriti yang disebut Asri bernama Andika juga telah melecehkan dengan cara mengeluarkan kata-kata kotor kepada keluarga pasien. 


Baca juga: Kurang Pasien Berobat, Direktur RSUD Jeneponto: Rugi 50 Persen


Asri menceritakan, saat itu Ia hendak mengambil kartu penjaga pasien yang disimpan di pos sekuriti. Kartu yang disimpan tersebut bernama atas nama Ahmad Yani. Sedangkan, kartu yang diberikan oleh oknum sekuriti kepada Asri bernama Ahmad.


Asri kemudian menolak kartu itu dengan alasan kartu tersebut bukan atas nama yang dia cari. Namun, oknum sekuriti tersebut tetap memberikannya. Tak mau berdebat, Asri kemudian menerima kartu itu. 


"Awalnya itu saya masuk ke RSUD untuk minta kartu atas nama Ahmad Yani. Yang dia (Andika oknum sekuriti) kasih ke saya itu atas nama Ahmad. Saya sudah bilang bukan itu, tapi dia bilang kalau atas nama Ahmad Yani kepanjangan namanya, dia kasih ma itu kartu atas nama Ahmad," ujarnya kepada KABAR.NEWS, Sabtu (24/10/2020).


Kata dia, setelah memakai kartu itu, Asri kemudian pergi ke depan ruang operasi RSUD Jeneponto. Namun, sekuriti kembali menghampiri memegang sesuatu dan menunjuk Asri dengan memegang pinggang.


Di situ, sekuriti Andika berbicara dengan suara tinggi sebanyak tiga kali sambil mengusir Asri untuk keluar di
RSUD Jeneponto. 


"Terus dia teriakin saya bilang 'ibu-ibu mana tadi itu kartu jaga' dengan nada tinggi, saya dimintai kartu terus diusir," ucap Asri, menirukan kata-kata satpam.


Baca juga: Selain Tolak UU Ciptaker, Mahasiswa Minta Kapolres Jeneponto Dicopot


Asri juga dituduh oleh sekuriti tersebut sengaja mengada-gada memiliki kartu penjaga. Setelah kejadian itu Asri disebut dilarang lagi menjaga pasien di RSUD Jeneponto. Hal itu kemudian membuatnya keberatan. 


"Keberatanya itu kok sekarang saya masuk daftar di-black list. Salah saya di mana. Yang pertama saya tidak tahu-menahu, kalau kau yang kasih salah kartu. Kamu yang salah kasih kartu ke saya, kok saya yang kena marah," geram dia.


Tak berselang lama, kartu penjaga atas nama Ahmad Yani kemudian dicari. Alhasil kartu tersebut ditemukan. Namun, kartu itu kemudian diberikan kepada Asri melalui satpam lain.

 

Sikap arogan petugas keamanan RSUD Jeneponto memang telah menjadi rahasia umum bagi tamu dan penjaga pasien. Saat awal pandemi Corona, sekuriti juga menghalangi-halangi awak media untuk meliput di rumah sakit ini.


Sementara, Direktur RSUD Lanto Daeng Pasewang, dokter Bustamin meminta maaf atas ketidak nyamanan yang dilakukan bawahannya tersebut. 


"Tentunya kalau ada kejadian seperti itu saya dari manajemen RSUD meminta maaf ketidak nyamanan ini," ujar Bustamin saat dihubungi KABAR.NEWS.


Dia berjanji, akan memanggil petugas keamanan untuk meminta klarifikasi. Jika terbukti bertindak arogan akan diberi sanksi.


"Kita sementara penanggung jawab sekuriti sementara cari siapa sekuriti-nya. Dan akan diberikan peringatan keras kalo ada seperti itu," tegasnya. 


Dia juga menyayangkan sikap arogansi terhadap oknum security itu. Kata dia, semestinya para security tidak boleh arogansi kepada para pengunjung. 


Penulis: Akbar Razak/A