Sekprov Sulsel Paparkan Strategi Pembangunan Kependudukan Daerah

Dukung Pembangunan Nasional di Tengah Pandemi

Sekprov Sulsel Paparkan Strategi Pembangunan Kependudukan Daerah
Sekretaris Provinsi (Sekprov) Sulsel, Abdul Hayat, memaparkan strategi pembangunan kependudukan di daerah dalam mendukung pembangunan nasional di masa pandemi Covid-19, melalui zoom virtual, yang diselenggarakan Lemhanas, Selasa (10/11/2020).






KABAR.NEWS, Makassar - Sekretaris Provinsi (Sekprov) Sulsel, Abdul Hayat, memaparkan strategi pembangunan kependudukan di daerah dalam mendukung pembangunan nasional di masa pandemi Covid-19, melalui zoom virtual, yang diselenggarakan Lemhanas, Selasa (10/11/2020).

Abdul Hayat menjelaskan, pembangunan kependudukan secara nasional hanya bisa berhasil jika pemerintah daerah memberikan support yang kuat. Di tengah pandemi Covid-19, menurutnya, tentu dibutuhkan inovasi dan gagasan, tanpa mengurangi kinerja pembangunan kependudukan.

"Gubernur dan Wakil Gubernur Sulsel memiliki visi misi dan program strategis, termasuk di dalamnya adalah prioritas dalam pembangunan kependudukan," ujarnya.

Gubernur dan Wakil Gubernur Sulsel, kata Abdul Hayat, memiliki visi Sulsel yang inovatif, produktif, kompetitif, inklusif, dan berkarakter. Visi ini kemudian dijabarkan dalam lima misi. 

Pertama, pemerintahan yang berorientasi melayani, inovatif, dan berkarakter. Kedua, peningkatan infrastruktur yang berkualitas dan aksesibel. Ketiga, pembangunan pusat pertumbuhan ekonomi baru yang produktif. Keempat, pembangunan manusia yang kompetitif dan inklusif. Kelima, peningkatan produktifitas dan daya saing produk sumber daya alam yang berkelanjutan.

"Pembangunan kependudukan di Sulsel, termasuk dalam misi ketiga dan keempat," ungkapnya.

Abdul Hayat mamaparkan, ada sejumlah program yang sudah dilakukan. Antara lain, pemanfaatan Geographic Information System (GIS) untuk pemetaan dan proyeksi penduduk, digitalisasi data dan informasi, rencana induk pengendalian penduduk berupa kebijakan zonasi dan rakor RIPDUK, deteksi dini dampak kependudukan, serta pembinaan ekonomi kerakyatan melalui kelompok UPPKS.

"Pembangunan kependudukan adalah upaya mewujudkan sinergi, sinkronisasi, dan harmonisasi pengendalian kuantitas penduduk, peningkatan kualitas, pembangunan keluarga, penataan persebaran dan pengarahan mobilitas, serta administrasi kependudukan," jelas Abdul Hayat. 

Penulis: Darsil Yahya/B