Sekolah Politik Jadi Ruang Penguatan Ideologi Pengurus DPW PPP

*Wajib diikuti Ketua DPW dan sekretaris hingga OKK

Sekolah Politik Jadi Ruang Penguatan Ideologi Pengurus DPW PPP
Foto bersama peserta Sekolah Politik PPP di Hotel Claro, Makassar, Jumat (11/2/2022). (KABAR.NEWS/Arya Wicaksana)






KABAR.NEWS, Makassar - Puluhan ketua dewan pimpinan wilayah atau DPW Partai Persatuan Pembangunan (PPP) mengikuti Sekolah Politik yang digelar DPP PPP di Hotel Claro, Kota Makassar, Sulawesi Selatan, Jumat (11/2/2022).


Wakil Ketua Umum DPP PPP Amir Uskara yang membuka acara tersebut mengatakan, sekolah politik ini wajib diikuti ketua, sekretaris dan ketua bidang OKK DPW PPP sebagai bentuk penguatan  Islam sebagai ideologi partai.


"Memang diwajibkan seluruh kader di semua tingkatan. Tapi ini khusus untuk dua puluh ketua, sekretaris dan OKK DPW PPP. Kenapa penting, karena memang kecendrungan sekarang susah membedakan diri sebagai partai politik yang Islam dengan partai lain," ujar Amir Uskara.


Amir menjelaskan, sekolah politik ini digagas secara terbatas oleh senior-senior partai berlambang kakbah dengan pengurus DPP. Forum yang digelar di Makassar saat ini merupakan edisi ketiga.


Sebelumnya, sekolah politik telah digelar khusus untuk Pengurus DPP PPP. Kemudian edisi kedua berlangsung di Bogor, Jawa Barat, yang diikuti sejumlah petinggi DPW. Mereka yang tidak ikut pada edisi kedua, diwajibkan menuntaskan forum ketiga saat ini.


"Semua peserta wajib mengikuti semua sesi dan apabila ada yg dianggap belum bisa lulus, ada menjadi catatan dpp untuk proses selanjutnya. Termasuk untuk menjadi calon legislatif. Bukan mengancam tapi untuk mengingatkan saja bahwa ini wajib," utur Amir yang juga Ketua Fraksi PPP DPR RI.


Amir Uskara menandaskan, sekolah politik untuk tingkat DPC atau kabupaten kota juga akan digelar. Dia berharap output dari forum tersebut mendorong pengurus bisa memaksimalkan perjuangan ideologis partai.


"Harapannya bagaimana PPP kembali jadi pilihan ummat, bagaimana ppp mnjdi satu-satunya partai yang memperjuangkan ideologi islam. Kalau itu bisa dipahami umat, tidak perlu kita memaksa orang untuk memilih PPP," tandas Amir Uskara.


Sekolah politik PPP akan berlangsung hingga 13 Februari 2022 dan menghadirkan empat pemateri antara lain Endin Soefihara selaku "kepala sekolah" dan Lukman Hakim.