Segera Daftar, Dinas Koperasi Jeneponto Data Penerima BLT UMKM 2021

Ada banyak data ganda penerima

Segera Daftar, Dinas Koperasi Jeneponto Data Penerima BLT UMKM 2021
Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Jeneponto Mernawati (KABAR.NEWS/Akbar Razak).






KABAR.NEWS, Jeneponto - Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Jeneponto, Sulsel, kembali membuka pendaftaran untuk program Banpres Produktif Usaha Mikro (BPUM) atau bansos UMKM pada 2021.


Diketahui, pemerintah pusat telah menyiapkan anggaran sebesar Rp15,36 triliun untuk bantuan lansung tunai UMKM ini. Bantuan itu telah akan diberikan kepada 12,58 juta penerima di seluruh wilayah Indonesia.


"Banpres produktif BPUM telah berjalan sejak minggu lalu, terkait hal itu, kami sudah melakukan road show di 11 kecamatan di wilayah Kabupaten Jeneponto guna Sosialisasi database UKM dan verifikasi data banpres produktif BPUM," kata Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Jeneponto Mernawati kepada KABAR.NEWS, Jumat (26/3/2021).


Menurut Mernawati, pihaknya sejauh ini sudah melakukan sosialisasi dan share di tiap wilayah dengan data BPUM tahun 2020 saja.


"Kami melakukan sosialisasi data yang kami share tiap sosialisasi di kecamatan, desa dan kelurahan, dimana pada saat itu adalah data Banpres BPUM di tahun 2020 dengan jumlah pendaftar sebanyak 114.182 data," ungkapnya.


Namun, dari 114.182 data penerima yang terdaftar pada 2020, masih terdapat juga data ganda di dalamnya sebanyak kurang-lebih 24 ribu orang penerima.


"Untuk pendaftar banpres dengan data ganda tersebut secara otomatis kami tidak akan mengusulkan kembali untuk program banpres BPUM di provinsi pada tahun 2021 ini," bebernya.


Olehnya itu, untuk banpres tahun  ini, Dinas Koperasi Jenepo to harus melakukan verifikasi ulang pada setiap desa/Kelurahan masing-masing.


Lebih jauh, Mernawati menambahkan jika database pelaku usaha mikro yang real, maka secara otomatis bisa menjadi profil wilayah.


"Tentunya, dengan data base yang akurat dan real, maka otomatis profil desa, kelurahan, kecamatan akan naik menjadi profil di kabupaten untuk database pelaku usaha mikro ke depannya," pungkasnya.


Penulis:Akbar Razak/B