Skip to main content

Sedap! Ini Kuliner Khas saat Lebaran Idulfitri 

opor
Ilustrasi (INT)

KABAR.NEWS - Momen lebaran Idulfitri merupakan saat spesial bagi umat muslim. Setelah melaksanakan ibadah puasa Ramadan selama sebulan penuh, tibalah saatnya merayakan kemenangan bersama sanak saudara. Tidak hanya menunaikan solat Id berjamaah, momen Idulfitri juga tidak terlepas dari tradisi berupa kuliner khas yang sayang untuk dilewatkan. 

Sajian khas tersebut menjadi santapan wajib bagi hampir seluruh keluarga di Indonesia untuk merayakan momen bahagia lebaran. Dirangkum dari berbagai sumber, berikut ini sejumlah sajian khas lebaran yang selalu menghiasi momen Idulfitri. Tidak hanya rasanya yang lezat, tetapi juga punya makna filosofi yang mendalam, simak ulasannya!

Ketupat

Ketupat merupakan makanan yang paling populer saat lebaran Idulfitri tiba. Ternyata, makanan serupa lontong ini dipopulerkan oleh salah satu dari Walisongo, yaitu Sunan Kalijaga. Tak heran jika makanan ini syarat dengan tradisi Islam-Jawa yang punya filosofi tersendiri. Ketupat sendiri berasal dari kata kupat yang memiliki makna ganda, yaitu ngaku lepat (mengakui kesalahan) dan laku papat (empat tindakan).

Laku papat alias empat tindakan yang dimaksud adalah luberan, leburan, lebaran, dan laburan. Keempatnya bermakna berakhirnya puasa, berbagi rezeki berlimpah dalam artian zakat fitrah, peleburan dosa, dan memutihkan kembali hati.

Opor Ayam

Makan ketupat rasanya tidak lengkap tanpa ditemani dengan opor ayam. Makanan berkuah santan ini memang menjadi sajian lezat saat lebaran. Penggunaan santan pada opor ayam bermakna khusus, pasalnya santan memiliki bunyi yang mirip dengan pangapunten (permintaan maaf). Karena itu, kehadiran opor ayam menjadi simbol mengakui kesalahan dengan tulus dan diikuti dengan permohonan maaf.

Rendang

Olahan daging yang disebut sebagai salah satu makanan terlezat di dunia ini memiliki tempat yang istimewa di dalam khazanah kuliner Minangkabau. Meskipun tidak berkaitan khusus dengan Idul Fitri, kenyataannya rendang selalu hadir dalam jamuan Lebaran.

Rendang dianggap sebagai perlambang musyawarah dan mufakat yang membentuk masyarakat Minang. Pasalnya makanan ini terdiri dari empat unsur penting, yaitu dagiang yang mewakili para pemuka adat atau niniak mamak, karambia (kelapa) yang melambangkan kaum pemikir (candiak pandai), lado sebagai perwujudan kaum alim ulama, serta bumbu yang menjadi penyelaras dan pemersatu keseluruhan.

Kue kering

Sajian kue kering sangat akrab ditemui saat hari lebaran. Biasanya kue kering yang kerap dijadikan panganan menyambut tamu maupun sanak keluarga yang berkunjung ialah kue nastar dan kastengel. Rasanya yang legit dan manis menjadikan kedua kue ini menjadi favorit keluarga saat lebaran Idulfitri.