SD dan SMP di Jeneponto Sudah Terapkan Belajar Tatap Muka

Kecuali sekolah di Kecamatan Binamu

SD dan SMP di Jeneponto Sudah Terapkan Belajar Tatap Muka
Kepala Disdikbu Jeneponto, Nur Alam Basir. (KABAR.NEWS/Akbar)






KABAR.NEWS, Jeneponto - Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan, telah melaksanakan proses pembelajaran tatap muka di 10 kecamatan meski pemerintah pusat baru memberi izin pada Januari 2021.


Kepala Disdikbud Jeneponto, Nur Alam Basir mengatakan, proses belajar tatap muka dilaksanakan untuk tingkat sekolah dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) pada 10 kecamatan.


"Proses pelajaran tatap muka telah kita laksanakan di setiap sekolah SD dan SMP di 10 Kecamatan, yakni Kecamatan Bangkala Barat, Bangkala, Bontoramba, Tamalatea, Batang, Rumbia, Kelara, Arungkeke dan Tarowang," ujarnya kepada wartawan Senin (23/11/2020).


Sedangkan di Kecamatan Binamu, kata dia, belum dilaksanakan proses belajar tatap muka mengingat 
masih berstatus zona merah.


"Tinggal satu kecamatan yang belum kita berlakukan proses pembelajaran tatap muka, yakni Kecamatan  Binamu, karena masih zona merah. Sepuluh Kecamatan lain sudah kita berlakukan uji coba pembelajaran tatap muka," jelasnya.


Nur Alam mengatakan, pembelajaran tatap muka di zona hijau dapat dilaksanakan jika satuan pendidikan 
sudah memenuhi semua daftar periksa.


Daftar periksa itu terdiri dari, ketersediaan sanitasi dan kebersihan seperti toilet bersih, sarana cuci tangan memakai sabun dengan air mengalir atau cairan pembersih (hand sanitizer) dan penyemprotan disinfektan secara berkala.


"Kesiapan menerapkan area wajib masker atau pelindung wajah (face shield), memiliki pengukur suhu tubuh dan terpenting adalah surat pernyataan orang tua siswa serta kesepakatan bersama komite pendidikan soal kesiapan kegiatan tatap muka," tukasnya.


Nur Alam Basir juga mengatakan, pada masa kebiasaan baru, pemerintah telah menetapkan jarak saat melaksanakan kegiatan belajar mengajar yang berlaku untuk jenjang SMA, SMP, SD, dan program kesetaraan. 

Untuk sekolah di Kecamatan Binamu, Nur Alam Basir mengatakan,masih melakukan pembelajaran daring dan luring.


"Kita belum dapat rekomendasi dari tim satuaan gugus tugas (Satgas) Penanganan Covid-19. Jadi tetap kita dorong untuk pembelajaran daring luring untuk di Kecamatan Binamu," ucapnya.


Dia menegaskan, jika ditemukan ada pihak sekolah yang melaksanakan proses pembelajaran tatap muka tidak mematuhi persyaratan, maka sekolah tersebut akan ditutup.


"Satu saja yang dilanggar, kita akan tutup kembali, saya harap teman-teman wartawan dapat membantu kami untuk memantau pelajaran tatap muka secara terbatas yang telah diuji coba di sepuluh kecamatan tersebut," katanya.


Sementara, Kepala Dinas Kesehatan Jeneponto, Syusanty A Mansyur menyatakan pihaknya bersama Dinas Pendidikan dan Kebudayaan akan terus memantau proses pembelajaran tatap muka.


"Itu perintah langsung dari Pak Bupati," tandasnya Syusanty.


Penulis: Akbar Razak/B