Satu Suntikan Vaksin Johnson & Johnson Disebut Efektif Cegah Corona

Menurut BPOM-nya Amerika Serikat

Satu Suntikan Vaksin Johnson & Johnson Disebut Efektif Cegah Corona
Satu dosis vaksin Covid-19 buatan Johnson & Johnson. (Foto: JNJ)






KABAR.NEWS, Washington - Food and Drug Administration (FDA) atau Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Amerika Serikat, menyatakan vaksin Covid-19 dosis tunggal buatan Johnson & Johnson aman dan efektif mencegah Covid-19.


Menurut laporan AP News pada Rabu (24/2/2021), FDA selangkah lagi menerbitkan izin penggunaan darurat vaksin Johnson & Johnson yang secara teknisnya hanya memberikan satu kali suntikan.

Ilmuwan FDA mengonfirmasi bahwa secara keseluruhan vaksin tersebut sekitar 66 persen efektif untuk mencegah Covid-19 sedang hingga parah, dan sekitar 85 persen efektif melawan penyakit mematikan ini. 


FDA juga mengatakan suntikan Johnson & Johnson dapat membantu mempercepat vaksinasi karena hanya membutuhkan satu dosis suntikan, bukan dua seperti vaksin lain.


Dalam dokumen yang diserahkan kepada FDA, Johnson & Johnson menunjukkan vaksinnya efektif mencegah infeksi tanpa gejala. Vaksin ini juga diklaim efektif mencegah varian baru Covid-19 berdasarkan uji coba global yang melibatkan hampir 44.000 orang.


Efektivitas pengujian vaksin produksi Johnson & Johnson bervariasi, dari 72 persen di Amerika Serikat hingga 66 persen di Amerika Latin dan 57 persen di Afrika Selatan, di mana varian baru telah menyebar.


Menurut dokumen pengarahan Ilmuwan FDA yang dilansir Reuters, Vaksin Johnson & Johnson efektif mencegah uji PCR mengonfirmasi Covid-19 setidaknya 14 hari setelah vaksinasi.


Tiga penerima vaksin memiliki efek samping yang parah dalam uji coba yang kemungkinan besar terkait dengan vaksin tersebut, tetapi FDA mengatakan analisisnya tidak menimbulkan masalah keamanan khusus yang akan menghalangi dikeluarkannya otorisasi penggunaan darurat.


Sekadar diketahui, Johnson & Johnson merupakan produsen obat-obatan yang telah terlibat dalam produksi berbagai vaksin salah satunya vaksin Ebola. Perusahaan ini berbasis di New Jersey, Amerika Serikat.