Satpol PP Bongkar Rumah Tanpa IMB di Kesu' Toraja Utara

Pemerintah telah melakukan mediasi

Satpol PP Bongkar Rumah Tanpa IMB di Kesu' Toraja Utara
Pembongkaran bangunan di tengah jalan To'Kaluku - Betulelleng, Kelurahan Ba'tan, Kecamatan Kesu', Kamis (1/4/2021).(KABAR.NEWS/Febriani)






KABAR.NEWS, Rantepao - Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) membongkar sebuah rumah yang hampir rampung pembangunannya di Jalan To'Kaluku -Betulelleng, Kabupaten Toraja Utara, Sulawesi Selatan, Kamis (1/4/2021).


Rumah ini dibongkar karena dianggap menganggu fungsi jalan dan berdiri tepatnya di tengah jalan tersebut. Pembongkaran dilakukan berdasarkan Surat Bupati Toraja Utara Nomor 338/0382/Satpol PP dan Damkar Tanggal 31 Maret 2021.


Plt Kasatpol PP Toraja Utara, Arianto mengatakan bangunan milik seorang bernama Fatmawati dibongkar karena tidak memiliki IMB juga mengganggu fungsi sosial masyarakat.


"Penertiban kita lakukan karena bangunan tidak memiliki izin, disamping itu sangat menganggu pengguna jalan, di mana akses masyarakat tertutup karena adanya bangunan tersebut. Jadi tujuan kami menjalankan tugas untuk mengembalikan  fungsi sosial saat ini yakni membuka akses jalan umum bagi  kepentingan dan kesejahteraan bagi masyarakat," terang Arianto di lokasi pembongkaran.


Arianto menjelaskan bahwa penertiban tersebut merupakan langkah akhir mencapai tujuan yang dimaksud.


"Langkah akhir ini dilakukan karena sebelumnya sudah dimediasi baik di Kelurahan maupun di Kecamatan, bahkan sudah mengikuti pertemuan di kantor bupati kemarin dan memberikan surat peringatan 1x24 jam untuk melakukan penertiban sendiri tetapi sampai saat ini tidak dilakukan. Jadi saat ini kami yang lakukan penertiban," pungkasnya.


Sementara Camat Kesu' Ely Pamalingan menerangkan pemerintah telah berupaya memediasi masalah bangunan yang menyalahi aturan, tetapi pemilik rumah tetap melanjutkan bangunannya.


"Kami pemerintah kelurahan dan kecamatan telah mengupayakan lewat mediasi atas laporan masyarakat karena adanya bangunan yang menyalahi aturan di Jalan poros untuk tidak melajuti bangunan, tetapi Fatmawati tetap melanjutkan banguna tersebut. Disini tentunya kami melihat bahwa kepentingan umum sebagai fungsi sosial," ungkap Ely.


"Kami bermohon kepada bapak bupati Toraja Utara untuk mediasi, namun pada saat pertemuan mediasi sudah diputuskan oleh surat Bupati Toraja Utara tentang pembongkaran dan akhirnya pada hari ini kita sama-sama melihat bahwa melalui keputusan Bupati Toraja Utara lewat kasatpol PP kepada Ibu Fatmawati tetapi mereka tidak membongkar sendiri dan akhirnya diputuskan untuk langsung dibongkar pemerintah," pungkasnya.


Penulis: Febriani/B